Selebrasi Papua 2026
Pemuda Kompleks Fanimo Manokwari Sulap Kampung Bertema Piala Dunia
Suasana kompleks yang sebelumnya dipenuhi coretan liar, kini berubah lebih berwarna dan menarik perhatian masyarakat yang melintas
Ringkasan Berita:
- Kampung Piala Dunia: Pemuda Kompleks Fanimo, Manokwari, menghias lingkungannya dengan lukisan bendera dan pemain sepak bola dunia.
- Mural Kreatif Swadaya: Tembok yang tadinya dipenuhi coretan liar kini disulap menjadi penuh warna secara swadaya sejak sebulan lalu.
- Wadah Kreativitas: Kegiatan ini sukses memperindah lingkungan sekitar sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap kawasan Fanimo.
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Semangat menyambut perhelatan Piala Dunia mulai terasa di Kompleks Fanimo (Fanindi Belakang Mall) Fanindi Pantai, Manokwari, Papua Barat.
Para pemuda setempat berinisiatif menyulap lingkungan mereka menjadi “Kampung Piala Dunia”, dengan menghiasi tembok-tembok kosong menggunakan lukisan bendera negara peserta hingga gambar pemain sepak bola dunia.
Suasana kompleks yang sebelumnya dipenuhi coretan liar, kini berubah lebih berwarna dan menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Baca juga: Cukur Dana Otsus Rp 8,7 Miliar, Proyek Rumah di Mimika Diselidiki Jaksa: 2 ASN Diperiksa
Koordinator Kampung Piala Dunia Fanimo, Elim Aronggear mengatakan, ide tersebut muncul dari keresahan para pemuda melihat banyak dinding kosong di lingkungan mereka yang dipenuhi coretan tidak beraturan.
Para pemuda kemudian berinisiatif mengubah tembok-tembok tersebut menjadi karya seni bernuansa sepak bola sekaligus simbol persatuan.
“Terbentuknya Kampung Piala Dunia ini dari kami pemuda di Fanimo. Kami melihat tembok-tembok kosong yang sering dicoret-coret, lalu muncul ide untuk menggambar bendera-bendera dan tokoh pemain bola sebagai pesan untuk menuju dunia,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Menurut Elim, proses pengecatan mural sudah dimulai sejak sekitar satu bulan lalu dan dikerjakan secara swadaya oleh para pemuda bersama masyarakat sekitar.
Baca juga: Buka Akses Surga Pesisir Samudra Pasifik, Pemkab Jayapura Segera Aspal Jalan Depapre-Rafenirara
Ia menyebut, kegiatan serupa sebenarnya pernah dilakukan saat perhelatan sepak bola dunia sebelumnya.
“Kami pernah buat juga empat tahun lalu saat Piala Dunia dan Euro. Waktu itu kami menggambar negara-negara yang masuk di benua Eropa,” katanya.
Selain memperindah lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah kreativitas pemuda sekaligus sarana mempererat kebersamaan antarwarga di Kompleks Fanimo.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Fanimo, Budi Rumbekwan menegaskan, perbedaan dukungan terhadap tim favorit tidak pernah menjadi pemicu perpecahan di lingkungan mereka.
Baca juga: Jatuh Hati Sejak 1986, Ketua Komisi IV DPR Kota Sorong Jagokan Timnas Argentina di Piala Dunia
Menurutnya, sepak bola justru menjadi alat pemersatu masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Perbedaan pilihan negara itu tidak membuat kami terpecah. Justru bola ini mempersatukan kami untuk saling bertukar pikiran dan pendapat. Walaupun berbeda dukungan, kami tetap saling menghargai dan mempererat persaudaraan,” jelasnya.
Budi mengaku bangga karena keberadaan Kampung Piala Dunia Fanimo mulai mendapat perhatian masyarakat luas. Ia menilai kegiatan tersebut sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap kawasan Fanimo.(*)
Tribun-Papua.com
Selebrasi Lokal 2026
Piala Dunia 2026 di Papua
Piala Dunia 2026
Kampung Piala Dunia
| Dukung Jerman, Tokoh Nabire Minta Suporter Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| Wakil Wali Kota Sorong Ikut Dukung Prancis Saat Ratusan Suporter Gelar Konvoi |
|
|---|
| Jelang Piala Dunia 2026, Warga Papua Hias Kampung Bertema Argentina |
|
|---|
| Masyarakat Sarmi Gelar Pawai Gabungan Pendukung Tim Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Fanatisme Bola di Papua Jadi Ladang Uang Pedagang Atribut Piala Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pialaans28128283.jpg)