TOPIK
Kerusuhan di Yalimo
-
Ketua Fraksi Demokrat, Tarius menekankan agar kepala daerah bersikap adil dan mengayomi semua masyarakat sebagai orang tua .
-
Camp PT Paesa ditemukan dalam kondisi porak-poranda dan sepi. Tidak ada satu pun pekerja atau warga di sekitar lokasi. Hanya
-
Seorang siswa, anak dari pedagang non Papua bernama Pak Kandas, diduga kerap melontarkan kata-kata bernuansa rasis kepada teman-temannya.
-
Pengungsi yang datang menggunakan tiga kendaraan roda empat, itu langsung menuju Mapolres Jayawijaya untuk mendapatkan penanganan.
-
Dalam pernyataannya yang diterima pada Kamis (18/9/2025), Theofilus mendesak Kapolda Papua, Kejaksaan dan pengadilan segera
-
Eskalasi konflik yang dipicu dugaan ucapan rasis di Ibu Kota Kabupaten Yalimo, membuat mereka harus meninggalkan rumah demi keselamatan.
-
“Sejak kemarin hingga hari ini sudah ada sekitar 200-an warga yang tiba. Hingga saat ini belum ada laporan tambahan pengungsi yang
-
Bersama anaknya—Arsya Dafa (9) dan keponakannya, Atifa (10)—Nasir melintasi jalan yang sunyi di dekat camp PT Paesa.
-
Informasi yang diperoleh pada Selasa malam (16/9/2025) sekitar pukul 19.00 WIT menyebutkan, insiden ini terjadi di KM 87, Kali Jerni, Dekat Camp PT.
-
Aparat gabungan terus melakukan langkah-langkah pemulihan, termasuk pengamanan wilayah dan penegakan hukum terhadap pelaku kerusuhan.
-
Dugaan adanya ujaran bernada rasis menjadi pemantik emosi yang kemudian meluas ke luar lingkungan sekolah.
-
Tak lama berselang, siswa tersebut memanggil teman-temannya untuk mendatangi kios yang dimaksud. Situasi pun memanas hingga
-
Diduga keluar kata “monyet” dari penjual kios. Ucapan itu membuat siswa tersinggung dan memicu kemarahan hingga membakar kios.