Minggu, 12 April 2026

Kesehatan

Ini Bahaya Menghirup Lem Aibon Bagi Anak

Lem Aibon kerap disalahgunakan oleh anak muda, anak jalanan atau anak punk.

Editor: Roy Ratumakin
TikTok/pache_murray
Viral di media sosial video seorang remaja di Manokwari diduga menghirup lem Aibon saat tengah dibonceng menggunakan sepeda motor. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Lem Aibon kerap disalahgunakan oleh anak muda, anak jalanan atau anak punk.

Lem perekat serbaguna ini sering disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi 'high' atau mabuk. Padahal menghirup uap lem sangat berbahaya.

Melansir dari klikdokter.com, Lem aibon mengandung senyawa toluene yang biasa dalam industri digunakan sebagai lem, bahan baku cat, tinta, penghapus make up ataupun sejumlah produk kimiawi.

Baca juga: Akibat Hirup Lem Aibon, Dua Pelajar di Timika Nyaris Bakar Pos Peduli Keamanan

Lem aibon menghasilkan bau yang mirip seperti thinner, sehingga sering disalah gunakan.

Toluene bersifat mudah dilarutkan dan sangat mudah terbakar.

Lem aibon bisa masuk kedalam tubuh melalui berbagai cara, bisa melalui inhalasi atau kontak langsung dengan kulit.

Ketika masuk kedalam tubuh maka zat ini bisa mempengaruhi berbagai sistem organ. Sistem saraf pusat, atau otak merupakan salah satu organ yang terpengaruh.

Menghirup lem aibon bisa mengakibat pusing, halusinasi hingga mengakibatkan kehilangan kesadaran.

Kondisi lainnya bisa mengakibatkan mual muntah, iritasi, bahkan kematian. Pada penggunaan jangka panjang bisa mengakibatkan tuli, kulit kering.

Bila menemukan kasus demikian, maka yang pertama Anda harus berikan ruang untuk paparan udara bersih bagi pasien.

Baca juga: Ini Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Daring Bagi Siswa

Pada pasien yang menerlan maka bisa dilakukan pencucian mulut, begitupun bila terkena kulit.

Anda harus banyak mengalihkan kegiatan dengan hal yang lebih positif supaya terhindar dari keinginan untuk menggunakan senyawa kimia tertentu untuk rekreasi.

Efek yang diberikan senyawa kimia tersebut justru bisa membahayakan kesehatan.

Dikutip dari Kidshealth.org, efek jangka pendek yang dirasakan saat menghirup uap solven meliputi gejala-gejala sebagai berikut:

Baca juga: UPDATE, 5 Jenazah Korban Pembakaran Double O Teridentifikasi

  1. Mual-muntah
  2. Halusinasi
  3. Mati rasa atau hilang kesadaran
  4. Susah bicara atau cadel
  5. Kehilangan koordinasi gerak tubuh.
  6. Denyut jantung meningkat

Karena uap solven tersebut bisa terakumulasi di jaringan tubuh, dalam jangka panjang jika terhirup terus menerus bisa memberikan efek jangka panjang. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kerusakan otak (bervariasi, mulai dari cepat pikun, parkinson dan kesulitan mempelajari sesuatu)
  2. Otot melemah
  3. Depresi
  4. Sakit kepala dan mimisan
  5. Kerusakan saraf yang memicu hilangnya kemampuan mencium bau dan mendengar suara.

Baca juga: Omicron Sasar Anak-anak, Epidemiolog Sarankan PTM Dihentikan

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved