Kamis, 7 Mei 2026

DPRK Jayawijaya

Cium Potensi Konflik Pergantian Kepala Kampung, DPRK Ingatkan Bupati Jayawijaya Bersabar

Ketua DPRK Jayawijaya Lucky Wuka menegaskan bahwa apabila upaya ini diteruskan maka akan menyebabkan konflik internal antara

Tayang:
Penulis: Amatus Hubby | Editor: Marius Frisson Yewun
Tribun-Papua.com/Amatus Huby
JAYAWIJAYA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya Luki Wuka ketika wawancara, Senin, (25/8/2025). Ia minta bupati tidak mengganti kepala kampung sebab berpotensi menyebabkan terjadi konflik di masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya, Papua Pegunungan memperingatkan bupati dan wakil terkait kebijakan pergantian sebagian besar kepala kampung dari 40 distrik, sebab dikhawatirkan bakal menimbulkan konflik diantara masyarakat.

Ketua DPRK Jayawijaya Lucky Wuka menegaskan bahwa apabila upaya ini diteruskan maka akan menyebabkan konflik internal antara keluarga di kampung.

Baca juga: Polisi dan SAR Jayapura Evakuasi Jenazah Mahasiswa yang Ditemukan di Pantai Depapre

"Kami hanya bisa ingatkan kepada pemerintah daerah, jika pergantian kepala kampung ini dilakukan akan menimbulkan konflik dalam masyarakat sendiri dan nantinya berdampak kepada pemerintah daerah juga."ungkapnya di Wamena, pada Senin (25/8/2025).

DPRK menyarankan Pemerintah Jayawijaya melakukan pergantian kepala kampung pada tahun 2026.

Baca juga: Polres Jayapura Amankan Seorang Pria Karena Menghina Agama dan Calon Gubernur Papua

Sebab pada tahun itu, pemilihan kepala kampung dilakukan berdasarkan hasil voting oleh masyarakat, bukan oleh kepala daerah dalam hal ini bupati dan wakil.

"Kalau pergantian ini dilakukan (atas kebijakan bupati/wakil) untuk pelaksana tugas kepala kampung atau lain sebagainya, nanti akan terjadi konflik keluarga dengan keluarga,"tegas Wuka.

Baca juga: Baterai 6000mAh, Harga Cuma Rp1,5 Jutaan! Inilah Keunggulan Redmi 15C

Lucky Wuka yakin potensi konflik sangat besaran akan terjadi di kampung sebagai akibat dari pergantian kepala kampung tanpa hasil voting, sehingga ia mengingatkan lagi untuk menjadi perhatian kepala daerah.

"Kalau pergantian kepala kampung terjadi maka akan terjadi konflik besar -besaran di kampung dan masyarakat yang akan menjadi korban,"pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved