Senin, 4 Mei 2026

YPMAK

Program Kampung YPMAK di Kiura Difokuskan pada Penanaman Kelapa dan Pembangunan Rumah

Program Kampung YPMAK yang dijalankan dalam rangka peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat kampung tersebut, melibatka

Tayang:
Tribun-Papua.com
EKONOMI YPMAK -Tim Divisi Ekonomi di YPMAK bersama masyarakat Kampung Kiura mengikuti sosialisasi program kampung sekaligus pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) tahun 2026 di Balai Kampung Kiura, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Rabu (11/3/2026). Ini merupakan program YPMAK dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Mimika. 
Ringkasan Berita:
  • YPMAK melakukan sosialisasi program kampung serta membentuk struktur Kelompok Kerja (Pokja) tahun 2026 di Kampung Kiura, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir melalui berbagai kegiatan produktif.
  • Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Kampung Kiura juga menyepakati program Pokja tahun 2026 yang akan difokuskan pada penanaman kelapa serta pembangunan perumahan.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus menggencarkan pelaksanaan program kampung di wilayah Kabupaten Mimika.

Program Kampung YPMAK yang dijalankan dalam rangka peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat kampung tersebut, melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat.

Kali ini, tim YPMAK melakukan sosialisasi program sekaligus pembentukan struktur Kelompok Kerja (Pokja) tahun 2026 di Kampung Kiura, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan sosialisasi program, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta pemilihan Ketua Pokja tersebut dimulai pukul 09.00 WIT di Balai Kampung Kiura.

Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga perempuan di Kampung Kiura, juga tim Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipa, Julius Cenawatme. 

Dalam sosialisasi tersebut, Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipa, mengingatkan bahwa program kampung bertujuan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Baca juga: Bupati Tolikara Minta Pendekatan Persuasif untuk Pengembalian Senjata yang Dirampas

Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi keluarga melalui berbagai kegiatan produktif di kampung.

“Program kampung ini tujuannya memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat. Jadi kegiatan yang dilakukan harus berkaitan dengan ekonomi sehingga bisa membantu kebutuhan dapur dan kehidupan masyarakat,” ujar Febri Sianipa

Ia menjelaskan masa kerja Pokja dimulai dari Maret hingga Oktober. Setelah itu, pengurus diwajibkan menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebelum akhir tahun 2026.

Selain itu, dalam pelaksanaan kegiatan program, perempuan juga harus dilibatkan dengan porsi minimal 40 persen.

“Kalau ada kegiatan, perempuan juga harus dilibatkan. Tidak boleh semua pekerjaan hanya dilakukan laki-laki karena dalam perjanjian kerja sama sudah diatur 40 persen untuk perempuan,” jelasnya.

Baca juga: Bupati Tolikara dan Danrem 172 Kunjungi Kanggime Usut Perampasan Senjata Petugas

YPMAK mewajibkan setiap program, memiliki papan informasi serta dokumentasi kegiatan sebagai bentuk transparansi penggunaan dana.

"Untuk tahun 2026, anggaran program kampung di wilayah pesisir masih tetap sebesar Rp300 juta, dengan pembagian Rp240 juta untuk kegiatan program dan Rp60 juta untuk operasional," terangnya. 

Sebagian anggaran program tersebut juga diarahkan untuk pengembangan sektor perkebunan, khususnya kelapa.

Sekitar 50 persen dari total anggaran program diharapkan dapat dialokasikan untuk kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kebun kelapa.

Hal tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mendorong produksi kelapa dan pengolahan minyak kelapa yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Baca juga: Astra Motor Aimas Tebarkan Kebahagiaan Ramadan Lewat Aksi Sosial Anak Panti Asuhan

Dalam kesempatan tersebut, Bendahara Pokja Kampung Kiura, Daniel Sikora, menyampaikan laporan singkat terkait penggunaan anggaran program sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar dana program digunakan untuk kebutuhan bahan material, upah kerja, pembangunan perumahan, serta biaya operasional seperti bahan bakar minyak dan transportasi laut.

Sementara itu, Tim Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Julius Cenawatme menambahkan, bahwa penggunaan dana program harus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Menurutnya, program seperti penanaman kelapa dan pinang sangat penting untuk masa depan generasi mendatang di kampung.

“Anggaran yang ada ini harus kita gunakan dengan baik karena dana ini adalah dana ekonomi yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Kampung Kiura juga menyepakati program Pokja tahun 2026 yang akan difokuskan pada penanaman kelapa serta pembangunan perumahan.

Baca juga: Astra Motor Papua Bagikan Tips Pilih Helm Aman dan Nyaman untuk Berkendara

Selain itu, melalui musyawarah bersama, masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, pemuda, perempuan dan tokoh masyarakat juga membentuk kepengurusan Pokja baru untuk menjalankan program kampung tahun berjalan.

Adapun pengurus Pokja terpilih tahun 2026 Kampung Kiura, Distrik Mimika Barat yaitu Ketua Emanuel Weyakoro, Bendahara Daniel Sikora, Sekretaris Heririkmans, anggota sisilia Waminiu dan Matias Wateyau. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved