YPMAK
YPMAK Pantau Keberhasilan Program Ekonomi Masyarakat Kampung Uta
“Program yang kami lakukan lebih kepada pengadaan, dan pemanfaatannya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Contohnya
Ringkasan Berita:
- Monitoring Program: YPMAK melakukan evaluasi terhadap Pokja Kampung Uta guna memastikan bantuan dana kemitraan PT Freeport Indonesia berjalan efektif.
- Dukungan Peralatan: Masyarakat menerima bantuan alat produktif seperti mesin parut kelapa dan motor tempel untuk menopang usaha ekonomi warga.
- Produksi Lokal: Bantuan tersebut berhasil dimanfaatkan mama-mama Papua untuk memproduksi minyak goreng dan VCO dengan nilai jual tinggi.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) di Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Jauh, Selasa (28/4/2026).
Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku, mengatakan program pengadaan yang dijalankan di kampung tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung usaha ekonomi warga.
Menurutnya, bantuan berupa mesin parut kelapa hingga mesin motor tempel sudah dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima.
“Program yang kami lakukan lebih kepada pengadaan, dan pemanfaatannya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Contohnya mesin parut kelapa, satu mesin kecil bisa mengolah hingga 10 buah kelapa menjadi satu botol minyak,” ujarnya.
Baca juga: Pastikan Kenyamanan Pasien, DPRK Jayawijaya Tinjau Fasilitas RSUD Wamena
Ia menambahkan, bantuan tersebut sangat mendukung mama-mama yang menjalankan usaha kecil di kampung, seperti produksi minyak goreng dan minyak kelapa murni.
Monica berharap ke depan usaha tersebut tidak hanya dijalankan oleh segelintir orang, tetapi bisa berkembang dan melibatkan lebih banyak masyarakat, bahkan memberi dampak ke kampung sekitar.
“Harapan kami, kelompok ini bisa berkembang dan mendorong masyarakat lain untuk ikut berusaha secara bersama-sama,” katanya.
Sekretaris Pokja Kampung Uta, Yohanis Koari, menyebut bantuan yang diberikan cukup menopang aktivitas ekonomi warga, meski hasilnya bergantung pada usaha dan kondisi di lapangan.
Baca juga: YPMAK Kucurkan Rp300 Juta Garap Potensi Ekonomi Warga Kampung Uta
“Kalau masyarakat pergi menjaring atau mencari hasil laut, kemudian dijual dan mendapatkan uang, itu bisa membantu kebutuhan rumah tangga. Tapi hasilnya juga tergantung dari pencarian mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Kampung Uta, Klemens Ipiyaya, menambahkan bahwa pemanfaatan bantuan terus didorong agar memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat.
Salah satu warga Kampung Uta, Mama Anjelina Utiraya, mengaku telah memanfaatkan mesin parut kelapa untuk memproduksi minyak goreng dan Virgin Coconut Oil (VCO).
Ia menjelaskan, dalam sekali produksi menggunakan mesin besar, sekitar 50 buah kelapa dapat diolah, sementara 20 buah kelapa bisa menghasilkan satu botol ukuran 350 ml yang dijual seharga Rp100.000.
Dengan adanya monitoring ini, YPMAK berharap program yang dijalankan dapat terus berkembang, tepat sasaran, serta memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di Kampung Uta.(*)
| YPMAK Kucurkan Rp300 Juta Garap Potensi Ekonomi Warga Kampung Uta |
|
|---|
| YPMAK Kirim Teknologi Canggih Ke Pedalaman Terpencil Demi Pantau Kesehatan Bumil |
|
|---|
| Program Kampung Sehat YPMAK Jangkau Wilayah Terpencil 7 Distrik di Mimika |
|
|---|
| YPMAK Gandeng RSUD Mimika Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Tujuh Suku |
|
|---|
| Penerima Beasiswa YPMAK di SMA Villanova Manokwari Raih Medali Emas di Malaysia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mesinparutypmak.jpg)