YPMAK
Lurah Kamoro Jaya Optimistis Program Pertanian YPMAK Dongkrak Ekonomi dan Pangan Warga
Menurut Musdalifah, melalui program kelompok yang dibiayai YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI),
Ringkasan Berita:
- Lurah Kamoro Jaya Musdalifah optimistis program pertanian Pokja senilai Rp200 juta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Program pertanian berbasis kelompok dinilai lebih efektif dibandingkan bantuan yang dibagikan secara perorangan.
- Pilot project pertanian yang dimulai sejak 12 Februari 2025 kini berkembang dari tiga menjadi lima kelompok tani.
- Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat Kamoro dan Amungme.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Lurah Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Musdalifah, optimistis program pertanian melalui Kelompok Kerja (Pokja) yang didukung anggaran Rp200 juta dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dapat meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat di wilayahnya.
Menurut Musdalifah, melalui program kelompok yang dibiayai YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), masyarakat dapat merasakan manfaat maksimal dibanding bantuan harus dibagikan secara perorangan.
"Kalau dibagi per orang seperti kegiatan pembersihan kemarin, ada yang hanya menerima Rp50 ribu sampai Rp100 ribu karena pesertanya banyak. Dengan sistem kelompok pertanian, siapa yang bekerja akan menikmati hasil sesuai kelompoknya," ujarnya saat sosialisasi Pokja Kampung Kamoro Jaya di SP1, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (8/6/2026) lalu.
Baca juga: BMKG Prediksi 14 dari 18 Distrik di Mimika Cerah Berawan Hari Ini
Ia menjelaskan program pertanian tersebut berawal dari pilot project yang mulai dijalankan pada 12 Februari 2025. Hingga saat ini, program tersebut masih berjalan dan menunjukkan perkembangan positif.
Awalnya terdapat tiga kelompok tani yang terlibat dalam program tersebut. Pada tahun 2026, jumlah kelompok bertambah menjadi lima dengan masuknya dua kelompok baru sehingga cakupan program semakin luas.
"Sampai sekarang program ini masih berjalan. Tahun 2026 ada tambahan dua kelompok lagi dan semuanya tetap aktif," katanya.
Baca juga: Viral Pasien di Papua Diminta Rp 45 Juta untuk Operasi, Begini Repons Direktur RSUD Jayapura
Musdalifah mengatakan gagasan membangun pilot project pertanian lahir dari pengamatannya terhadap masyarakat Kamoro yang selama ini lebih banyak berkebun tanaman konsumsi seperti singkong dan pisang, namun belum banyak mengembangkan pertanian sayuran atau komoditas yang dapat dipanen secara berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat Kamoro yang merupakan transmigrasi lokal dari wilayah pesisir dan kemudian menetap di kawasan perkotaan memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian.
"Dari situ saya berpikir bagaimana masyarakat bisa memiliki ketahanan pangan keluarga, ada yang bisa dikonsumsi setiap hari, sekaligus ketahanan ekonomi keluarga karena hasilnya juga bisa dijual," jelasnya.
Baca juga: Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik Memanas: Ole Romeny Cetak Gol, Laga Sedang Berlangsung
Ia berharap program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik YPMAK, pemerintah daerah maupun instansi terkait agar pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian dapat terus berkembang.
Musdalifah menilai kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk memperkuat kapasitas kelompok tani sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Kamoro dan Amungme di Kelurahan Kamoro Jaya.
"Karena yang kita bicarakan adalah pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, saya yakin program ini akan memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan warga," pungkasnya.(*)
| YPMAK Bentuk Pokja Kamoro Jaya 2026, Siap Garap Potensi Hijau Lewat Program Pertanian |
|
|---|
| YPMAK Danai Program Ekonomi Berbasis Kelapa di Hiripau Mimika |
|
|---|
| YPMAK Perketat Transparansi Anggaran Program Kampung di Mimika |
|
|---|
| Program Kampung yang Didanai YPMAK Mendorong 40 Persen Partisipasi Perempuan |
|
|---|
| YPMAK Perpanjang Kerja Sama dengan BPJS Demi Kesehatan Warga Tujuh Suku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mimiskasakamorojaya.jpg)