YPMAK
YPMAK Danai Program Ekonomi Berbasis Kelapa di Hiripau Mimika
Dalam sosialisasi, Tim Divisi Ekonomi YPMAK, Feby Sianipar, menjelaskan bahwa Pokja dibentuk sebagai perpanjangan tangan
Ringkasan Berita:
- Pembentukan Pokja: YPMAK membentuk Pokja Kampung Hiripau periode 2026 untuk mengelola dana program peningkatan ekonomi masyarakat.
- Fokus Usaha: Untuk wilayah pesisir, YPMAK mendorong pengembangan usaha berbasis kelapa dan produksi minyak kelapa.
- Sistem Kerja: Program ini bukan gaji bulanan, melainkan tambahan penghasilan yang menuntut keterlibatan aktif warga.
- Pengurus Berlanjut: Masyarakat sepakat mempertahankan pengurus Pokja lama (Ketua Anton Metodis Mapeko) untuk periode 2026.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggencarkan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) kampung di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kali ini kegiatan sosialisasi dan pemilihan pengurus Pokja Kampung Hiripau periode Juni 2026 hingga Januari 2027 digelar di Kantor Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan dihadiri Tim Divisi Ekonomi YPMAK, aparat kampung, Kepala Kampung Hiripau, perwakilan Koramil Mapuru Jaya, serta masyarakat.
Baca juga: 17 Figur Incar Kursi Ketua Hanura 8 Kabupaten di Papua Pegunungan
Dalam sosialisasi, Tim Divisi Ekonomi YPMAK, Feby Sianipar, menjelaskan bahwa Pokja dibentuk sebagai perpanjangan tangan pemerintah kampung dan YPMAK dalam menyalurkan serta mengelola dana program kampung yang berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Program kampung bukan merupakan kegiatan yang memberikan gaji tetap setiap bulan kepada masyarakat, melainkan sebagai tambahan penghasilan melalui kegiatan ekonomi produktif yang dikerjakan bersama.
"Program ini bukan gaji bulanan. Masyarakat harus terlibat dan bekerja dalam kegiatan yang disepakati agar dapat memperoleh manfaat dari program tersebut," ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ), dokumentasi kegiatan, papan informasi, serta koordinasi yang baik antara Pokja dan pemerintah kampung.
Baca juga: Ibu dan Anak Korban Bom Perang di Biak Terima Bantuan PKK
Selain itu, setiap kegiatan yang dilaksanakan wajib memiliki data pendukung, termasuk jumlah peserta, hasil pekerjaan, dan dokumentasi foto sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana.
"Dana yang disalurkan harus bisa dipertanggungjawabkan. Semua kegiatan harus memiliki bukti dan dokumentasi yang jelas," katanya.
Khusus wilayah pesisir seperti Kampung Hiripau, YPMAK mendorong pengembangan usaha berbasis kelapa, termasuk produksi minyak kelapa murni dan minyak goreng kelapa.
Ketua Pokja 2025 Kampung Hiripau Anton Metodis Mapeko, menyampaikan laporan kegiatan yang tengah dilaksanakan pada 2025 lalu, yaitu penanaman kelapa di daerah pantai pomako sekitar 1.000-2000 sementara ini masih tumbuh.
Baca juga: BMKG Prediksi Seluruh Mimika Diguyur Hujan Hari Ini
Perwakilan Koramil Mapurujaya, Babinsa Tangkas, mengusulkan agar pemerintah kampung mengajukan permohonan bantuan bibit kelapa kepada instansi pertanian.
Menurutnya, penambahan jumlah tanaman kelapa akan mendukung pengembangan usaha minyak kelapa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat Kampung Hiripau di masa mendatang.
Tribun-Papua.com
Direktur Utama YPMAK
YPMAK
Wakil Direktur YPMAK
Info YPMAK
YPMAK Peduli
Deputi Monitoring YPMAK
| YPMAK Perketat Transparansi Anggaran Program Kampung di Mimika |
|
|---|
| Program Kampung yang Didanai YPMAK Mendorong 40 Persen Partisipasi Perempuan |
|
|---|
| YPMAK Perpanjang Kerja Sama dengan BPJS Demi Kesehatan Warga Tujuh Suku |
|
|---|
| Anak Nelayan Tradisional Mimika Kini Jadi Taruna Berprestasi Berkat Dukungan YPMAK |
|
|---|
| Kisah Modestus Anak Kamoro Raih Beasiswa YPMAK Hingga Bermimpi ke Jepang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/oosoasisuauyeyeyuiqu.jpg)