Selasa, 26 Mei 2026

YPMAK

Kisah Modestus Anak Kamoro Raih Beasiswa YPMAK Hingga Bermimpi ke Jepang

Anak asli Kamoro asal Kampung Akar ini harus melewati berbagai tantangan sejak kecil sebelum akhirnya memperoleh kesempatan

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
PENDIDIKAN ANAK MIMIKA - Modestus Arpikini, mahasiswa Program Studi Agribisnis Perikanan yang menempuh pendidikan melalui program beasiswa YPMAK. (Feronike Rumere). 

Ringkasan Berita:
  • Asal & Beasiswa: Modestus, anak asli Kamoro (Mimika), berhasil kuliah lewat beasiswa YPMAK PT Freeport Indonesia.
  • Perjuangan Sekolah: Sempat terkendala akses pendidikan dan sakit, ia gigih menyelesaikan sekolah hingga lulus SMK.
  • Prestasi Nasional: Kini kuliah di Politeknik Kelautan Perikanan dan sukses meraih Medali Emas Olimpiade PPKN Nasional.
  • Impian Masa Depan: Fokus belajar bahasa Jepang demi mengejar impian kuliah dan belajar ke Jepang.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Di tengah keterbatasan akses pendidikan di wilayah pesisir Mimika, Provinsi Papua Tengah, semangat Modestus Arpikini untuk terus sekolah tidak pernah padam.

Anak asli Kamoro asal Kampung Akar ini harus melewati berbagai tantangan sejak kecil sebelum akhirnya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) selama ini terus membuka akses pendidikan bagi anak-anak Amungme dan Kamoro melalui kerja sama dengan sekolah negeri, swasta hingga sekolah kedinasan di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Serui-Jayapura Juni 2026, Harga Tiket KM Ciremai Dibanderol Rp242 Ribu

Modestus Arpikini lahir di Kampung Akar pada 17 Maret 2005. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa tingkat remaja pada Program Studi Agribisnis Perikanan (AGP).

Selain aktif menempuh pendidikan, ia juga pernah menorehkan prestasi dengan meraih juara 1 mata pelajaran PPKN.

Perjalanan pendidikan Modestus dimulai dari SD di Kampung Akar. Setelah itu, ia harus melanjutkan pendidikan SMP YPPK Le Cocq D’Armandville Kokonao yang jaraknya cukup jauh dari kampung halamannya.

Selama bersekolah di Kokonao, Modestus tinggal di asrama dengan fasilitas makan tiga kali sehari. Kehidupan asrama dan lingkungan sekolah menjadi pengalaman baru baginya.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Idul Adha Penuh Makna, Bisa Dibagikan di Medsos

“Kami dapat fasilitas asrama dan makan tiga kali sehari. Karena di sana Katolik, kami juga ibadah bersama,”ujarnya saat zoom meeting bersama media, di Kantor YPMAK, Jalan Yosudarso, Mimika, Senin (25/5/2026).

Setelah menempuh pendidikan di SMP, Modestus melanjutkan sekolah di SMK Tunas Bangsa Pariwisata Timika. Namun di tengah perjalanan sekolah, ia mengalami sakit yang membuat aktivitas belajarnya terganggu.

Kondisi kesehatan yang menurun membuat dirinya beberapa kali terlambat makan hingga akhirnya memutuskan untuk pindah sekolah demi melanjutkan pendidikan.

“Saya sempat sakit cukup lama waktu sekolah. Akhirnya saya pindah sekolah supaya bisa lanjut,” katanya.

Baca juga: Ada KM Gunung Dempo, Cek Jadwal Kapal Pelni Nabire-Jayapura Juni 2026

Modestus kemudian melanjutkan pendidikan di SMK St. Yohanis Don Bosco Timika dan mengambil jurusan Teknik Jaringan Komputer. Di sekolah tersebut, ia berhasil menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

Setelah tamat SMK, Modestus mengaku sempat tidak memiliki keinginan untuk kuliah. Ia berpikir ingin kembali ke kampung dan mencari pekerjaan untuk membantu keluarga.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved