YPMAK
YPMAK Pantau Keberlanjutan Program Kampung di Mapar
Kegiatan monitoring ini dihadiri Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku, bersama Divisi
Ringkasan Berita:
- Monitoring Program: Tim Monev YPMAK meninjau langsung realisasi program kerja Pokja di Kampung Mapar, Distrik Mimika Barat Tengah.
- Bantuan Alat: YPMAK memastikan bantuan mesin tempel telah digunakan warga untuk aktivitas ekonomi seperti mendulang dan mencari udang.
- Saran Keberlanjutan: Masyarakat disarankan mengelola biaya kontribusi penggunaan mesin guna menjamin biaya perawatan dan perputaran ekonomi.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) memonitoring kegiatan Pokja di Kampung Mapar, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Kamis, (30/4/2026).
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) turun langsung meninjau serta memonitoring pemanfaatan bantuan mesin di Kampung Mapar.
Kegiatan monitoring ini dihadiri Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku, bersama Divisi Monev Sosial Ekonomi Janias Miagoni, Staf Falentina Tely Matamoa, serta masyarakat Kampung Mapar.
Baca juga: Simak Panduan Jarak Aman Berkendara Ala Astra Motor Papua Biar Makin Aman
Dalam kunjungan tersebut, tim melihat sejumlah mesin yang telah disalurkan kepada masyarakat, di antaranya motor tempel 15 PK sebanyak satu unit dan dua unit lainnya yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga.
Salah satu Masyarakat Kampung Mapar selaku penerima mesin dan pengelola mesin, Ambrosius Tukani, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dimanfaatkan bersama oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan.
“Kami gunakan untuk mendulang, mencari udang dan kebutuhan lain masyarakat. Kalau ada yang mau pakai, bisa digunakan, nanti setelah itu dikembalikan untuk dirawat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya bertanggung jawab dalam perawatan mesin agar tetap bisa digunakan secara berkelanjutan oleh warga.
Baca juga: Sebut Ekonomi di Papua Pegunungan Kian Melemah, Ketua APS Desak Pemda Koreksi Kebijakan Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Divisi Monev Sosial Ekonomi, Janias Miagoni menanyakan mekanisme perawatan mesin, termasuk langkah yang diambil jika terjadi kerusakan.
Janias Miagoni menyarankan agar penggunaan mesin dapat disertai dengan kontribusi biaya dari masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan serta mendorong perputaran ekonomi di kampung.
“Kalau bisa setiap penggunaan ada ongkosnya, supaya bisa membantu biaya perawatan dan bermanfaat untuk kepentingan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku, menjelaskan, kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh program yang dijalankan Pokja di Kampung Mapar berjalan sesuai rencana.
Baca juga: Astra Motor Papua Dukung Gerakan Tanam 1.300 Pohon di Bukit Khambu Jayapura
“Secara umum program sudah berjalan dengan baik. Memang ada beberapa yang tidak sesuai dengan RAB karena ada pembiayaan yang lebih besar di program lain,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, tim juga telah melihat langsung sejumlah program yang telah direalisasikan, seperti pengadaan mesin tempel, mesin alkon, serta pembangunan gedung koperasi.
Tribun-Papua.com
Direktur Utama YPMAK
YPMAK
YPMAK Peduli
Deputi Monev YPMAK
Deputi Monitoring YPMAK
Info YPMAK
| Warga Kapiraya Sepakat Pilih Kembali Pengurus Lama Pokja YPMAK untuk 2026 |
|
|---|
| YPMAK Pantau Keberhasilan Program Ekonomi Masyarakat Kampung Uta |
|
|---|
| YPMAK Kucurkan Rp300 Juta Garap Potensi Ekonomi Warga Kampung Uta |
|
|---|
| YPMAK Kirim Teknologi Canggih Ke Pedalaman Terpencil Demi Pantau Kesehatan Bumil |
|
|---|
| Program Kampung Sehat YPMAK Jangkau Wilayah Terpencil 7 Distrik di Mimika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ysaosmaoasoapmamesinteple.jpg)