ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Kerusuhan di Papua

Empat WNA Dideportasi karena Terlibat Demo di Papua, Imigrasi Bali Belum Batasi Akses Turis Asing

Terkait 4 WNA dideportasi, pihak Imigrasi Kelas I Ngurah Rai Bali mengaku belum ada perintah untuk membatasi akses WNA yang datang ke Bali.

Editor: Sigit Ariyanto
(KOMPAS.com/ IMAM ROSIDIN)
Kepala Imigrasi Kelas I Ngurah Rai, Amran Aris. 

TRIBUNPAPUA.COM, BADUNG, KOMPAS.com - Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Australia dideportasi ke negaranya melalui Bali setelah terlibat demo di Sorong, Papua pada 27 Agustus lalu.

Terkait hal tersebut, pihak Imigrasi Kelas I Ngurah Rai Bali mengaku belum ada perintah untuk membatasi akses WNA yang datang ke Bali.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai Amran Aris menyebut Bali masih aman dikunjungi oleh WNA.

Hal ini dikatakannya saat ditemui di Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Jimbaran, Rabu (4/9/2019).

Tangkap Tersangka Pengibar Bendera Bintang Kejora, Polisi Klaim Pakai Cara Humanis

"Sejauh ini belum ada (pembatasan). semua WNA yang ke Indonesia bisa diterima. Namun ada undang-undang mengatakan untuk membatasi wilayah tapi belum. Misal warga negara ini dilarang ke wilayah A," katanya, Rabu. 

"Nah Itu ada undang-undangnya tapi belum ada perintah untuk membatasi menurut informasi dari Dirjen Imigrasi. Biasanya hanya wilayah tertentu yang tak boleh dikunjungi." 

Amran mengatakan, pihaknya akan membatasi akses WNA ke Bali jika sudah ada permintaan dari Pemerintah Pusat.

Ia mengatakan Bali masih aman untuk dikunjungi dan WNA masih diperbolehkan untuk datang.

Mahfud MD Sebut Kibarkan Bendera Bintang Kejora Tak Boleh Sembarangan: Kaitkan dengan Tujuannya

“Setelah perintah turun kita dukung. Bali saya rasa masih boleh saja untuk datang WNA. Bali masih aman,” katanya.

Papua dan Papua Barat

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan saat ini pemerintah tak membuka akses bagi pihak asing untuk masuk ke wilayah Papua dan Papua Barat.

Hal itu dilakukan untuk menjaga situasi Papua dan Papua Barat tetap kondusif dan aman.

Veronica Koman Disebut Lakukan Provokasi Rusuh Papua Melalui Twitter

"Jadi kemarin pada saat rapat dengan Menteri Luar Negeri dan sudah memastikan bahwa sekarang tidak leluasa kita buka dalam keadaan seperti ini," ujar Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019).

"Papua, Papua Barat tidak kami buka seluas-luasnya kepada kedatangan orang asing di sana," katanya. 

(Kontributor Bali, Imam Rosidin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Empat WNA Terlibat Demo di Papua, Imigrasi Bali Belum Batasi Akses Turis Asing"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved