Breaking News:

Kerusuhan di Papua

Trauma Kerusuhan Wamena, Warga Mengaku Kini Takut jika Lihat Pedang dan Api

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau mengunjungi beberapa titik pengungsian warga Wamena yang ada di Jayapura, Selasa (1/10/2019).

Editor: Astini Mega Sari
TWITTER.COM/@antilalat
Kerusuhan di Wamena, Senin (23/9/2019) 

TRIBUNPAPUA.COM - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau mengunjungi beberapa titik pengungsian warga Wamena yang ada di Jayapura, Selasa (1/10/2019).

Paulus yang baru dilantik menjadi Kapolda Papua, Senin (30/9/2019), membujuk para pengungsi untuk kembali ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Di Masjid Al-Aqso, Kabupaten Jayapura, yang menjadi salah satu titik pengungsian, Paulus mendatangi pengungsi dan mengajak mereka berbincang.

Kerusuhan di Wamena, Berikut Temuan dan Desakan Komnas HAM

Namun, saat ia menanyakan apakah para pengungsi mau kembali ke Wamena, sontak keluar jawaban, "nanti kalau sudah kondusif dan pembangunan sudah selesai".

Hal ini juga yang diakui oleh Riyami (51 tahun). Ia yang saat ini mengungsi di Jayapura mengaku belum mau kembali ke Wamena karena masih trauma.

"Belum tahu karena masih trauma, saya kalau lihat api, pedang, sekarang jadi takut," ujarnya.

Riyami yang selama di Wamena membuka kios kelontong, mengaku saat ini ingin kembali ke kampungnya di Surabaya, Jawa Timur.

Warga Pendatang Diungsikan Warga Papua ke Gereja saat Rusuh Wamena: Mereka Jaga Kami Sepanjang Hari

Hal senada juga disampaikan Fuad. Ia yang sudah 20 tahun tinggal di Wamena, hanya ingin kembali ke kampungnya di Jember, Jawa Timur.

"Sementara mau kembali ke kampung dulu untuk menghilangkan trauma dulu," katanya.

Namun, Fuad mengaku masih ingin kembali ke Wamena saat situasi sudah kondusif.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved