Kerusuhan di Papua

Menteri PUPR Ungkap Alasan Libatkan TNI untuk Pembangunan Fasilitas Umum yang Rusak di Wamena

Menteri PUPR menyebut pembangunan kembali fasilitas infrastruktur yang rusak akibat kerusuhan di Wamena, Papua, akan turut melibatkan anggota TNI.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyebut, pembangunan kembali fasilitas infrastruktur yang rusak akibat kerusuhan di Wamena, Papua, akan turut melibatkan anggota TNI.

"Pertama kami akan kerja sama dengan Zeni TNI seperti halnya kami tangani perbatasan dan bencana lain, kami kerja sama dengan TNI supaya lebih cepat," kata Basuki usai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Basuki mengakui pelibatan TNI ini juga demi menjaga keamanan pekerja konstruksi.

Komnas HAM Minta Pengungsi Tak Sebarkan Informasi Bernada Provokasi terkait Kerusuhan Wamena

Ia mengakui banyak pekerja yang takut untuk membangun infrastruktur di wilayah yang rawan seperti Wamena.

"Ya persoalannya siapa yang berani. Banyak yang kabur (pekerja) karena takut. Saya saja kalau mau ke sana kontak dulu, aman atau enggak," kata Basuki.

"Selain itu kita butuh orang banyak dan supaya lebih cepat. Kalau saya bawa tukang dari luar kan susah juga."

3 Tersangka Rusuh Wamena Masuk DPO, Polisi Ungkap Peran Mereka dalam Kerusuhan

Basuki merinci, ada 10 kantor pemerintah yang rusak berat, seperti kantor Badan Pengelola Keuangan, Dinas Kominfo, Satpol PP, PLN, dan Dinas Perhubungan.

Sementara ada delapan kantor pemerintah daerah yang rusak ringan.

Selain itu juga ada 26 sarana pendidikan mengalami kerusakan.

Selain fasilitas umum, ada 450 ruko dan 165 rumah yang juga jadi sasaran kerusuhan.

Ekonomi di Wamena Mulai Menggeliat Pascarusuh, Namun Harga Makanan Mahal, 1 Ekor Ayam Rp600 Ribu

Basuki menyebut tim saat ini sudah mulai bekerja untuk melakukan pembersihan lahan atau land clearing terhadap bangunan yang rusak berat, baik yang merupakan fasilitas umum atau pun rumah atau ruko milik pribadi.

"Semua dikerjakan bareng," kata dia.

Diketahui, kerusuhan di Wamena berawal dari aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019).

Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Minta Warga Tak Eksodus Tinggalkan Wamena, Kapolda Papua: Jangan Takut, Kami akan Selalu Melindungi

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Selain kerusakan, peristiwa ini juga menimbulkan korban tewas berjumlah 33 orang.

(Kompas.com/Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pembangunan Fasilitas Rusak di Wamena Libatkan TNI, Ini Alasannya

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved