Breaking News:

Kerusuhan di Papua

Cerita Pengungsi Kerusuhan Wamena, Keguguran setelah Berlari Menyelamatkan Diri

Kerusuhan di Kabupaten Wamena beberapa waktu lalu masih meninggalkan memori buruk pada para warga.

(KOMPAS.COM/HIMAWAN)
Pengungsi asal Semarang bernama Maria (kanan) yang alami keguguran saat kerusuhan di Wamena saat berada di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (8/10/2019). 

Ia mengatakan baru tinggal selama dua minggu di daerah tersebut sebelum kerusuhan terjadi.

"Tidak (kembali ke Wamena). Takut sudah, kan tidak pernah lihat kayak gitu sebelumnya," ucap Maria.

Sebut Tak Ada Lagi Warga Eksodus dari Wamena, Pangdam Cenderawasih: Kini Kita Fokus Pulihkan Situasi

Sementara, Hasan Basri (38), salah satu warga yang mengungsi, tetap berharap bisa kembali ke Wamena.

Hasan mengatakan sudah nyaman bekerja sebagai sopir angkot di Kabupaten Wamena.

"Saya tetap ingin kembali ke Wamena," kata Hasan saat ditemui di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (9/10/2019).

Tewas dalam Kerusuhan Wamena, Dokter Soeko Marsetiyo akan Diabadikan Jadi Nama Rumah Sakit Tolikara

Hasan mengaku baru beberapa bulan tinggal di sekitar kompleks Olala, Kabupaten Wamena.

Tinggal di sebuah indekos, Hasan mengaku menyaksikan langsung bagaimana rumah-rumah warga dibakar massa.

Saat itu, Hasan bersembunyi di sebuah plafon kamar kosnya.

Cerita 4 Dokter yang Bertugas ketika Kerusuhan dan Pasca-Kerusuhan di Papua

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa aksi massa pada tanggal 23 September itu mendatangkan malapetaka bagi warga sekitar.

"Semua barang dan uang saya juga terbakar. Begitupun dengan mobil angkot. Dari puluhan mobil angkot di tempat saya bekerja, hanya tinggal 3 yang utuh," ucap Hasan.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved