Breaking News:

FPI Jelaskan Konsep Khilafah Menurut Kelompoknya, Bukan Hapus NKRI tapi Dorong OKI Cetak Mata Uang

Ketua Lembaga Dakwah DPP Front Pembela Islam (FPI), Idrus Al Habsy memberikan penjelasan perihal konsep khilafah menurut kelompoknya.

Channel Youtube Talk Show tvOne
Ketua Lembaga Dakwah DPP Front Pembela Islam (FPI), Idrus Al Habsy menjelaskan konsep khilafah menurut kelompoknya. 

"Contoh, kita mendorong OKI untuk supaya membentuk mata uang sendiri antar negara Islam sebagaimana di Eropa punya mata uang Euro."

"Yang kedua kita ingin mendorong OKI agar negara-negara Islam membentuk pertahanan sebagaimana orang Eropa bisa membentuk pertahanan yaitu NATO."

"Nah kita pengen bentuk seperti itu, kita mendorong dan yang ketiga pembentukan apa parlemen bersama," demikian terang Idrus.

Soal Perpanjangan Izin FPI, Mahfud MD: Ada Permasalahan Jadi Tak Bisa Dikeluarkan Sekarang

Sehingga, Idrus menuntut apa salah FPI hingga Surat Keterangan Terdaftar hingga kini belum terbit.

"Jadi ada 10 uraian, sekarang pertanyaanya salahnya di mana ? Salahnya di mana itu?," ujarnya.

Lantas presenter bertanya, apakah FPI ingin menerapkan syariat Islam di Indonesia.

"Oke jadi apakah dibantah bahwa dengan poin yang termaktub dalam AD/ART bahwa FPI ingin menerapkan syariat Islam di Indonesia atau juga negara khilafah?," tanya presenter.

Sedangkan, Idrus kembali mengulang bahwa ada ada dua garis besar konsep khilafah dalam FPI.

"Ya jadi kita tekankan lagi khilafah dalam FPI itu Man Hajii Nubuwaah yang mengikuti Rasullulah SAW yang kita yakin Akhirul Sunnah Wal Jamaah berakidahkan Akhirul Sunnah akan datang nanti Imam Mahdi akhir zaman yang tadi hadis-hadisnya saya bacakan."

"Yang kedua FPI juga memandang khilafah secara berkelompok artinya mendorong OKI negara-negara Islam untuk membuat mata uang antarnegara Islam, sebagaimana Eropa ada Euro, membentuk pertahanan sebagaimana Eropa ada NATO, membentuk parlemen bersama," ujar Idrus panjang lebar.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved