Tunjuk Wiranto Jadi Wantimpres, Jokowi Dianalisis Pengamat: Asa Kecenderungan Sama Sejak Awal

Analis politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kecenderungan melakukan politik akomodatif.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Presiden resmi melantik sembilan orang Wantimpres periode 2019-2024. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNPAPUA.COM - Analis politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kecenderungan melakukan politik akomodatif.

Hal itu merujuk pada penunjukan mantan Menkopolhukam Wiranto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Begitu pula saat pemilihan menteri, wamen hingga staf khusus.

"Jokowi punya kecenderungan sama sejak awal yakni politik akomodatif. Sejak pemilihan menteri, wamen, stafsus dan wantimpres warna akomodasinya cukup kentara," ujar Adi, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (14/12/2019).

Didatangi PLN, Nikita Mirzani Dijelaskan soal Tagihan Rp 26 juta: Meteran Itu Enggak Sesuai

Adi menilai penunjukan Wiranto didasarkan pada lamanya berkutat dan pengalaman politik keamanan yang dimiliki bersangkutan daripada sosok lainnya.

"Termasuk Wiranto adalah orang yang banyak berkontribusi atas kemenangan Jokowi di pilpres lalu," kata dia.

Lebih lanjut, politik akomodatif yang dilakukan Jokowi disebut Adi memiliki kecenderungan 'zero enemy'. Dimana Jokowi tak mau terkesan memiliki jarak dengan kelompok tertentu.

"Misalnya Habib Lutfi dipilih menjadi Wantimpres sebagai legacy bahwa Jokowi dekat ulama dan habib. Termasuk (penunjukan) Sukarwo menegaskan Jokowi punya pertalian politik dengan Demokrat," tandasnya.

9 Watimpres Jokowi

 Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat (13/12/2019).

Wantimpres Presiden Jokowi terdiri dari sembilan tokoh-tokoh senior, di antaranya pengusaha asal Bandung yang memiliki julukan 'Raja Minyak Indonesia', Arifin Panigoro hingga mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved