4 Fakta Brimob Diserang KKB di Nduga, Kronologi saat Kegiatan Pembersihan hingga Musuh Lari ke Hutan
Serangan kelompok sipil bersenjata (KKB) terhadap aparat keamanan kembali terjadi di Kenyam, Nduga, Papua, Sabtu (11/1/2020).
"Pukul 06.46 WIT, anggota Pos lainnya menuju ke arah korban untuk mengevakuasi korban, dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Kenyam," ujar Kamal.
Korban kemudian mendapatkan penanganan dari tim medis TNI.
3. Dievakuasi ke rumah sakit
Setelah dibawa ke Mapolsek Kenyam, Bharatu Luki Darmadi kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika menggunakan Helikopter Bell 412/P-3002 milik Polri.
Namun, belakangan mendapat informasi korban pada Minggu (12/1/2020) akan dievakuasi ke Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta.
• Suami Terbangun saat Istri Selingkuh di Sampingnya, Kalap Bacok Istri dengan Parang Berulang Kali
"Direncanakan korban akan dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut," kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu sore.
Seperti diketahui, Bharatu Luki Darmadi (26) yang mengalami luka tembak pada bagian paha tersebut merupakan anggota Brimob Polda Maluku yang tergabung dalam Satgas Aman Nusa.
4. Diduga KKB pimpinan Egianus Kogaya
Dari identifikasi yang dilakukan polisi, kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan penyerangan aparat Brimob tersebut diduga kuat dari kelompok Egianus Kogaya.

Egianus Kogaya merupakan pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Nduga, Papua.
Egianus dianggap paling bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan KKB.
Keberadaan Egianus memang selama ini sulit terdeteksi, karena selalu berpindah tempat saat melakukan serangan kepada aparat keamanan.
(Kompas.com/ Irsul Panca Aditra, Dhias Suwandi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Fakta Anggota Brimob Diserang KKB di Nduga, Saat Kegiatan Kebersihan hingga Diduga Pimpinan Egianus Kogaya "