Usul Yassona soal Koruptor Dilepas karena Corona Tuai Kritik, Mahfud MD: Tak Seorang Pun Dilepas

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD pun mengaku terkena imbas protes akibat usulan Yasonna.

Kompas.com
Menkumham, Yasonna Hamonangan Laoly saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (3/7/2017). Yasona Laoly menjelaskan ketentuan itu berhubungan dengan seseorang yang dengan sengaja menujukkan alat kontrasepsi dan menunjukkan cara mendapatkannya bagi anak-anak. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Hukum, dan HAM Yasonna Laoly yang mengusulkan terkait pembebasan sejumlah narapidana, termasuk napi koruptor untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), menerima reaksi yang heboh dari publik.

Disebutkan, protes disuarakan dari berbagai pihak, namun ada juga yang sepaham dengan Yasonna .

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD pun mengaku terkena imbas protes akibat usulan Yasonna.

Tribunnews.com/Taufik Ismail
Tribunnews.com/Taufik Ismail (Menkumham Yasonna Laoly.)

Dikutip dari YouTube, Kompastv, Minggu (5/4/2020), Mahfud MD bercerita dirinya dikontak oleh seorang pengamat politik menanyakan apa alasan pemerintah mengusulkan hal tersebut.

Awalnya, Mahfud menjelaskan bahwa pemerintah tidak pernah memutuskan untuk membebaskan koruptor.

Mahfud meluruskan, bahwa pemerintah memang memilki rencana untuk melepaskan 30 ribu napi, namun itu semua merupakan narapidana tindak pidana umum.

"Karena over kapasitas lapas, maka narapidana itu akan dikeluarkan sekitar 30 sekian ribu, tapi itu adalah narapidana umum, tidak ada bicara soal koruptor, narkoba, dan sebagainya," paparnya.

Mahfud MD Luruskan Kabar Napi Koruptor Dibebaskan karena Wabah Corona: Tempat Mereka Sudah Luas

Dikomplain Pengamat Politik

Mahfud lanjut bercerita mengapa dirinya memutuskan untuk buka suara terkait usulan Yasonna yang kini tengah menjadi bahan perbincangan publik.

Ia mengatakan banyak orang yang salah paham, dan mengira pembebasan koruptor telah terjadi.

"Kenapa saya harus menjelaskan itu, karena begini, kemarin itu seakan-akan sudah jadi pelepasan koruptor," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan satu di antara orang yang mengira koruptor telah dilepaskan adalah Pakar Komunikasi Politik, Tjipta Lesmana.

Ia mengatakan dirinya telah dikontak oleh Tjipta Lesmana terkait keputusan Yasonna.

Viral Wanita dari DKI Bentak Satgas Corona, Walkot Marahi Suaminya: Tak Mau Diatur Jangan di Solo

Karena terjadi salah paham, Mahfud akhirnya memutuskan untuk meluruskan kebingungan yang terjadi di masyarakat.

"Termasuk orang-orang hebat, pengamat hebat seperti Prof Tjippta Lesmana itu kontak saya," kata Mahfud.

"Pak kenapa koruptor kok sudah dibebaskan?" ucap Mahfud menirukan pertanyaan Tjipta Lesmana.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved