Breaking News:

Telepon Ayah Beberapa Jam sebelum Baku Tembak dengan KKB, Prada Ginanjar Sempat Diminta Cepat Pulang

Prada Ginanjar meninggal dunia Senin (15/2/2021) pagi. Pada Minggu (14/2/2021) sore, Ginanjar sempat menelepon ayahnya sekitar pukul 16.30 WIB.

(KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHA)
Jenazah Pratu Anumerta Ginanjar Arianda saat tiba di Taman Makam Pahlawan Kusumah Bangsa Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). 

Ginanjar yang merupakan anak bungsu dari dua bersaudara itu disebut memiliki keinginan kuat.

Hal itu dibuktikan dari upaya Ginanjar tiga kali mendaftar sebagai tentara, hingga dinyatakan lolos,

Mulanya, Ginanjar mendaftar sebagai Bintara tetapi gagal.

"Dia kemudian ikut lagi Tamtama, namun gagal lagi. Ketiga, ikut Tamtama, Alhamdulillah lolos. Sekitar tahun 2018-an," kata dia.

Ginanjar kemudian ditugaskan di Batalyon Infanteri 406/Candra Kusuma.

"Dinas di Kodam IV di Purbalingga," tutur Dede.

Baca juga: Situasi di Intan Jaya Mencekam karena Teror KKB, Polisi Tetapkan Siaga 1

Ingin Konflik Papua Berakhir, Cukup Putranya yang Menjadi Korban

Dede dengan pilu meminta konflik yang merenggut nyawa putranya segera diakhiri.

Ia tak ingin ada korban-korban lainnya.

"Sudahlah cukup anak saya yang terakhir jadi korban. Jangan ada lagi korban tentara-tentara yang lainnya. Cukup anak saya," kata Dede saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kusumah Bangsa Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021).

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved