Breaking News:

LAWAN COVID 19

Pedagang Kaki Lima Kota Jayapura Keluhkan Dampak Penerapan PPKM

Pedagang kaki lima di Kota Jayapura mulai mengeluhkan dampak penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Patricia Laura Bonyadone
Nahwa, salah satu pedagang makanan ringan di Entrop, Distrik Jayapura Selatan 

"Kalau nggak gitu mau makan apa keluarga, saya janda dan hari-hari hanya bergatung pada penjualan ini,"katanya.

Untuk makan setiap harinya, menurut dia, kadang hanya makan tempe dan mie instan.

Baca juga: Curhat Pedagang di Papua saat PPKM, Robby: Saya Punya Waktu Jualan 120 Menit Saja

"Syukur-syukur bisa makan nasi tempe kak, kadang kalau nggak dapat penghasilan saya mikirin besok makan apa anak saya," ujarnya.

Kadang untuk penghasilannya selama pandemi Covid-19 ini, menurut dia, tak menentu yakni Rp300 ribu- Rp500 ribu.

"Itu kalau jualan laku kak, kadang nggak ada yang tak laku sama sekali," katanya.

Menurut dia, sudah 7 tahun berjualan untuk membiayai anak-anaknya, penghasilan yang diperoleh Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per-harinya.

"Pasti beda kak, soalnya lebih lancar sebelum pandemi. Kalau sekarang mah ampun deh, saya sampe kasihan sama anak-anak," katanya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah untuk bisa memberikan bantuan bagi masyarakat kecil ketika menerapkan PPKM.

Baca juga: Disperindagkop Kota Jayapura : Animo Masyarakat untuk Buka Koperasi Minim

"Nggak minta banyak-banyak kak, hanya bantuan mungkin bisa diberikan kepada kami rakyat kecil," ujar ibu 5 anak ini.

Lanjut dia, mengingat harus membayar kontakan, kredit dan sekolah ketiga anaknya.

"Kalau boleh jujur memang sulit, tapi mau apa lagi. Harus berusaha supaya bisa bayar kontrakan dan sekolah ketiga anak saya yang saat ini duduk di bangku TK, SD dan SMP," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved