Breaking News:

Hukum

Ombudsman Dorong Tim Dokter dan Kepolisian Usut Penyebab Tewasnya Mahasiswa Kedokteran Uncen

Beberapa instansi yang sudah disebutkan orangtua almarhum Paul Fonataba, harus merespon surat tersebut agar kasus ini dapat tuntas.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Kepala Perwakilan Ombudsman Papua, Iwanggin Sabar Olif. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Penyebab kematian seorang mahasiswa Kedokteran Universitas Cenderawasih, Paul Fonataba di Perumahan BPN Dok IX RT III/RW VI Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, pada 13 Januari 2021, masih misteri.

Sudah enam bulan kasus tersebut belum menunjukkan hasil penyelidikan polisi.

Kini, keluarga besar almarhum Paul Fonataba masih memperjuangkan keadilan.

Mereka menyurati instansi terkait, pada Jumat (16/7/2021), termasuk Ombudsman Perwakilan Papua.

Baca juga: Ombudsman Dorong Pemkot Jayapura Cari Solusi Penerimaan Siswa dengan Sistem Zonasi

Baca juga: Ombudsman Menilai Kanwil Kemenkumham Papua Dapat Tingkatkan Kulitas Pelayanan Publik

Kepala Perwakilan Ombudsman Papua, Iwanggin Sabar Olif, membenarkan surat yang dilayangkan keluarga almarhum Paul Fonataba.

Laporan tuntutan sudah diterima, dan Ombudsman akan menindaklanjutinya.

"Benar, surat yang diberikan orangtua almarhum Paul Fonataba sudah kami terima. Ombudsman tetap tindaklanjuti. Sudah pertemuan internal di kantor, dan kami akan segera koordinasikan ke pihak Uncen terkait perkembangan kasus ini," ujar Iwanggin saat dihubungi Tribun-Papua.com, Senin (19/7/2021) pagi. 

Ombudsaman Perwakilan Papua berharap adanya keseriusan dari setiap intansi yang sudah disurati keluarga alamrhum.

Sebab, masalah ini menyangkut pelayanan publik dan pendidikan.

Iwanggin mendorong tim dokter yang menangani visum jenazah, segera memberikan penjelasan  kepada orangtua almarhum Paul Fonataba

Sehingga pihak keluarga Paul tidak lagi bolak-balik RS atau Fakultas Kedokteran Uncen demi menuntut keadilan. 

"Layanan publik seperti ini jika dikomplain harus dijawab. Beberapa instansi yang sudah disebutkan orangtua almarhum Paul, harus merespon surat tersebut agar kita bersama menuntaskan kasus ini," tegas Iwanggin. (*).

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved