Breaking News:

Covid 19 Papua

Penyintas: Covid-19 Itu Nyata, Seperti Dipukul 1 Kampung

"Rasanya campur aduk. Macam dipukul satu kampung. Saya rasa betul bagaimana sakitnya, ada demam, keringat dingin. pokonya mirip malaria," kata WS.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
LAWAN COVID19 - Aktivitas psaien positif Covid-19 di rumah karantina mandiri LPMP Kota Jayapura, Sabtu (31/7/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM: Bagi para penyintas atau warga yang sembuh setelah terpapar virus Covid-19 merasakan hal yang berbeda-beda.

Bagi warga yang fisiknya bagus, akan baik-baik saja setelah mendapat perawatan dan asupan vitamin.

Namun bagi sebagian, terpapar virus asal Wuhan, Cina tersebut cukup menyiksa.

Baca juga: Yos Sudarso, Monumen Beserjarah yang Tak Terawat dan Penuh Sampah

Hal ini yang dirasakan WS (nama inisial). WS kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (31/8/2021) mengatakan, dirinya cukup tersiksa saat terpapar virus tersebut.

"Rasanya campur aduk. Macam dipukul satu kampung. Saya rasa betul bagaimana sakitnya, ada demam, keringat dingin. pokonya mirip malaria," katanya.

WA yang sempat di rawat di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kotaraja selama kurang lebih 10 hari tersebut pun berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat bepergian.

"Virus ini nyata, seperti yang diberitakan oleh media massa," ujarnya.

Baca juga: Minimnya Tempat Sampah di Mall, Warga Jayapura Abaikan Kebersihan

Dikatakan, setelah dirinya mendapat perawatan di LPMP dan menanggung sakit akibat terpapar, dirinya sadar bahwa Covid-19 itu nyata.

"Saya rasakan sendiri Covid 19 itu benar-benar ada, dan saya juga rasakan bagimana saat terpapar Covid-19," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved