Breaking News:

Papua Terkini

Yos Sudarso, Monumen Bersejarah yang Tak Terawat dan Penuh Sampah

Monumen Laksamana Madya Yos Sudarso yang berada di Taman Imbi, Kota Jayapura, memprihatinkan, sudah tak terawat, penuh sampah dan noda vandalisme

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Monumen Yos Sudarso di Taman Imbi Jayapura 

Fitria (43) salah satu pedagang disekitar Taman Imbi Jayapura mengatakan monumen itu bukan hanya rusak dan kotor, tapi juga sebagai tempat orang berkumpul untuk minum minuman keras (miras).

Baca juga: 11 Warga Sumut Jalan Kaki ke Jakarta untuk Minta Jokowi Tutup PT Toba Pulp Lestari

"Saya disini berjualan dari pagi sampe malam, kalau malam sekitar pukul 19.00 WIT orang biasa suka bawa minuman keras ke lokasi monumen,"ujarnya.

Monumen Yos Sudarso itu juga sering dijadikan tempat berpacaran dan perbuatan terlarang lainnya, biasanya saat sepi.

Baca juga: Yan Piter Awom: Per Hari 6 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Buper Waena, Jayapura

Padahal itu Monumen bersejarah. Di depan Monumen itu tertera nama-nama prajurit yang selamat dan gugur ketika pertempuran di Laut Arafuru pecah pada 15 Januari 1962.

Ditahun itu, kapal KRI Macan Tutul yang dipimpin Laksamana Madya Yos Sudarso sedang berada di laut Aru, Maluku bersama 150 orang anak buahnya yang terlibat misi pembebasan Irian Barat.

Baca juga: Ini Harga Harga Bendera Merah Putih di Kota Jayaputa, Rp 10 Juta Juga Ada

Yos Sudarso gugur setelah kapal KRI Macan Tutul dihantam tembakan bertubi-tubi dari kapal tentara kolonial Belanda. Yos Sudarso tewas bersama 100 orang anak buahnya.

Bagi Yos Sudarso, Papua adalah harga mati untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebelum macan tutul tenggelam, Yos Sudarso sempat berteriak, "Kobarkan terus semangat pertempuran."

Baca juga: Minimnya Tempat Sampah di Mall, Warga Jayapura Abaikan Kebersihan

Sebenarnya Taman Yos Sudarso namun warga Jayapura menyebut Taman Imbi. Monumen Yos Sudarso dibangun untuk mempercantik taman, terdapat juga air mancur.

Taman ini biasa digunakan warga untuk berkumpul. Pedagang kaki lima memanfaatkan sekeliling taman itu untuk berjualan.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved