Covid 19 Papua
3 Penyebab 90 Persen Pasien Covid-19 di Papua Barat Meninggal Dunia
Dari data meninggal dunia karena Covid-19 di rumah sakit, 9 dari 10 orang pasien atau 90 persen tidak divaksin
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, mengungkap 90 persen meninggal di RSUD Provinsi belum ikut vaksin.
"Dari data meninggal dunia karena Covid-19 di rumah sakit, 9 dari 10 orang pasien, atau 90 persen tidak divaksin," ujar Tiniap, kepada sejumlah awak media, Senin (2/8/2021).
• UPDATE: Akhirnya Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus
Oleh karena itu, lanjut Tiniap, melalui vaksinasi akan memberikan kekebalan terhadap tubuh seseorang dari serangan virus.
"Kalaupun kita terpapar Covid-19, tubuh sudah dapat mengatasi sehingga potensi kematian lebih rendah," tuturnya.
Tak hanya itu, ia mengaku, untuk Amerika Serikat saat ini sudah masuk varian Delta. "Namun, risiko kematian sangat rendah, karena mereka sudah ikut vaksin," tandasnya.
Baca juga: Update Covid-19 di Papua dan Papua Barat 2 Agustus 2021: Total Kasus Capai 46.296
Selain itu, Tiniap mengaku, angka kematian pasien di RSUD Provinsi Papua Barat, ada tiga faktor utama.
"Pertama, sebagian besar mereka punya riwayat penyakit lain, kemudian terlambat ditolong, dan terakhir belum divaksin," imbuhnya.
"Jadi, tiga faktor ini yang berkontribusi dan mempercepat kematian pasien di RSUD Provinsi Papua Barat," ujarnya.
Sementara itu, angka kematian pasien akibat terpapar covid-19 atau corona, di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terus mengalami kenaikan.
• Tengah Urus Jenazah Pasien Covid-19, 2 Petugas Pemakaman Dianiaya Warga hingga Babak Belur
Hal tersebut diakui Rian Sandika (40), seorang pekerja tukang di pemakaman pasien covid-19, di Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.
"Selama tiga minggu, saya melihat hampir tiap hari petugas memakamkan melaksanakan pemakaman," ujar Sandika, kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (28/7/2021).
Bahkan, kata pria dua anak ini, hampir tiap hari tidak terlewatkan dengan bunyi pemakaman jenazah covid-19.
Baca juga: PPKM Level 4 dan Kepatuhan Warga di Papua Soal Prokes
"Makam-makan itu (Muslim dan Kristen), semua hampir penuh semua," ungkap Sandika.
Selain itu, ia mengaku, yang rata-rata yang meninggal adalah pasien dengan riwayat perjalanan jauh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/juru-bicara-gugus-tugas-covid-19-papua-barat-dr-arnold-tiniap.jpg)