Breaking News:

Dana Otsus

Bupati Puncak Willem Wandik: Kartu Orang Asli Papua Solusi bagi Masyarakat Merasakan Dana Otsus

Bupati Puncak Willem Wandik meminta pemerintah Pusat membuat kartu orang asli papua agar dana otsus dapat dirasakan langsung dan tidak dinilai gagal

Kominfo Kabupaten Puncak
Bupati Kabupate Puncak Willem Wandik 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik mengusukan kepada pemerintah pusat agar membuat kartu khsusus orang Papua.

Menurutnya susulan tersebut sebagai bentuk agar masyarakat Papua dapat merasakan dampat langsung dari dana Otsus selama ini.

Baca juga: PAN Kritisi Pemerintah Tangani Covid-19,  Jokowi Terlihat Lebam

“Perlu ada instrument dalam menyalurkan dana Otsus langsung kepada orang asli Papua, Kartu orang asli Papua atau ATM, kartu ini nantinya orang asli Papua sendiri yang pegang,” katanya usai menghadiri apacara HUT Kemerdekaan ke-76  RI di Ilaga, Selasa (17/8/2021) .

Ia pun memaparkan apalagi ada kebijakan tersebut kartu orang asli papua ini nantinya akan disetring agar tidak dapat disalah gunakan seperti kartu ATM pada umumnya.

“Pemanfaatnya akan diatur dengan kebijakan yang ada agar penggunaanya tetap sesuai sasaran,” ucap Bupati.

Baca juga: Gelar Patroli, Polisi Tangkap Pencuri Motor di Wamena

Menurut alumi strata dua Univesitas Gadjah Mada Yokyakarta ini, untuk kalangan pemerintah tinggal membangun sarana pendukung dari kartu ini, misalnya bangun toko yang terintegrasi dengan kartu ini.

Termasuk pemerintah membuat perbandingan sesuai alokasi dana di masing-masing daerah penerima dana tersebut.

“kartu ini merupakan solusi dalam pengawasan penggunaan dana otsus yang selama ini digucurkan pemerantah pusat bagi Papua,” terangnya.

Baca juga: Komnas Ham Papua : Warga Kampung Sasawa Papua Butuh Jaminan Keamanan Dan Pemulihan Trauma

Ia pun membeberakan persoalan saat ini ialah system pengelolaan dana otsus.

Dimana sebelum adanya pengesahan peraturan terkait pengelolaan dana Otsus, maka dirinya mengusulkan salah satu instrument yaitu Kartu Orang asli papua atau kartu Otsus, sehingga dana otsus dinilai gagal.

Baca juga: Sosok Cantik Si’Pembawa Baki Bendera Merah Putih Paskibra Dari Kota Lumpur di Papua

“Sebelum peraturan itu turun,,  bisa dimasukan instrument penyaluran dana Otsus, dibentuk kartu orang asli papua atau kartu Otsus, sehingga dirasakan secara langsung sebab mereka berteriak ketika kesejahteraannya tidak meningkat, namun ketika mereka sejahtera, persoalan pasti selesai,”terangnya.

Apabila isntrumen tersebut tidak dilakukan, maka secara inisiatif pemerintah Puncak lah yang akan melakukan hak tersebut.

Baca juga: Fakta Kasus Oknum Polisi Bawa Senapan Laras Panjang Ngamuk di RS, Bermula saat Mertua Meninggal

“Kami  akan membentuk tim kajian kartu orang asli Papua ini, jika memukinkan maka ke depan khusus di Kabupaten Puncak, dirinya akan meluncurkan kartu orang asli Papua, yang sumber dananya dari dana Otsus,” bebernya.

Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat, yang sudah mensahkan RUU Otsus sejak Juli lalu.

Bahkan kata kebijakan Presiden RI Joko Widodo dalam pidato RAPBN 2022, manikan dana Otsus  0,25 persen dari  yang semula 2 persen kini menjadi 2,25 persen dari plafon dana alokasi umum nasional, hal tersebut tentunya akan membawa dampak positif bagi pembangunan di Papua.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved