Feature
Dua Tongkat Bantu Fredinand Rumaikewi Berdiri Jadi Juru Parkir
Tangan sebelah kirinya memegang peluit yang sudah lama, warna cokelat peluit itu nyaris pudar.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Saat melintas, mereka mengenali Fredinand yang sudah tergelatak dijalan raya, sedikit darah dan kulitnya lecet.
Fredinand langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dok II Jayapura dalam keadaan tak sadarkan diri, antara hidup dan mati.
Meski sudah berada di rumah sakit dan ditangani, Fredinand masih belum siuman. Dua minggu lamanya koma, matanya tertutup, sudah tak ada harapan dari keluarga.
Baca juga: Gelar Patroli, Polisi Tangkap Pencuri Motor di Wamena
Setelah melewati dua minggu, Fredinad baru bisa membuka dua matanya, "saya dimana" ia bertanya pada diri sendiri.
Fredinand menoleh ke samping kiri bangsal, ibunda tercintanya sudah berdiri disitu. "Mama saya ada dimana ini, kenapa saya terselimuti kain," tanya Fredinand penuh linglung.
Ibunya langsung memeluk anak tercintanya lalu mengatakan "kamu di rumah sakit" akibat kecelakaan. Sejak dipeluk, dia mencoba menggerakan kakinya, tiba-tiba terasa berat.
Baca juga: Mutiara Hitam Jadi Lawan Berat Persib di Liga 1, Ini Kata Robert Albert soal Tim Persipura
"Mama, kaki saya terasa berat, ada apa?," tanya Fredinand lagi kepada sang ibu. Dengan nada haru dan suara terbata-bata, ibunya menjawab kakimu patah akibat kecelakaan.
Sungguh sedih ketika mendengar jawaban itu. Fredinand berteriak sembari merintihkan air mata, lantaran sudah tak bisa berjalan seperti semula.
"Mama saya punya kaki kenapa, mama tolong saya," Fredinand mengerang kesakitan memohon kepada ibunya dengan harapan bisa berjalan lagi.
Baca juga: 6 Kegiatan yang Wajib Dilakukan saat Merayakan Hari Natal bersama Keluarga
Kedua kaki Fredinand tak bisa lagi normal kembali, hanya pasrah kepada sang pemilik hidup dan berharap pada rumah sakit agar kaki yang kesakitan itu terobati.
Berkat pelayanan dokter dan tenaga perawat di RSUD Jayapura, tulang kaki sebelah kirinya yang patah, sakitnya turun.
Meski demikian, dokter yang menanganinya, menyarankan kepada keluarga agar Fredinand dirujuk ke Makassar untuk operasi dan pengobatan lebih lanjut, keluarga menyetujui.
Musibah itu membuat dia harus 4 kali menjalani operasi, agar bisa berdiri meskipun dengan bantuan dua tongkat dari rumah sakit.
Baca juga: ODGJ Bawa Senapan di Sikka Diburu Polisi, Sempat Ngamuk dan Bunuh 2 Warga Pakai Parang
Fredinand harus empat kali berada di atas bangsal operasi patah tulang di Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan.
"1 kali operasi penyembuhan, dan beberapa kali operasi untuk memasang alat penyangga pen di betis," kata Fredinand.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/fredinan-1.jpg)