Rabu, 27 Mei 2026

Feature

Dua Tongkat Bantu Fredinand Rumaikewi Berdiri Jadi Juru Parkir

Tangan sebelah kirinya memegang peluit yang sudah lama, warna cokelat peluit itu nyaris pudar.

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Suasana Fredinand Rumaikewi sedang berdiri memarkir kendaraan dengan bantuan dua tongkat 

Sebenarnya, sekali lagi menjalani operasi untuk memasang pen platina di betisnya, hanya saja terkendala pembiayaan.

Baca juga: PAN Kritisi Pemerintah Tangani Covid-19,  Jokowi Terlihat Lebam

Terkait itu, lelaki asal Serui itu pernah melayangkan proposal ke Wali Kota Jayapura dan Bupati Jayapura untuk meminta bantuan dana, namun ditolak, tidak diproses.

"Proposal ditolak di Kantor Wali Kota dan Kantor Bupati Jayapura, karena dana terbatas, mereka sedang fokus untuk penanganan Covid-19,"ujarnya.

Fredinand berupaya lagi mengajukan proposal bantuan dana ke Gubernur Provinsi Papua demi utuk kelanjutan operasi.

Baca juga: Gubernur dan Wagub Sumbar Ajukan Anggaran Mobil Baru saat Pandemi, DPRD: Apakah Pantas?

Namun, hingga kini belum ada respon dan jawaban. Pria yang hobi Karate itu, ingin kembali pulih dan berjalan normal, tanpa alat penyangga.

"Sudah 13 tahun sejak saya alami kecelakaan, saya jenuh dengan keadaan, tetapi saya selalu minta Tuhan kasi kekuatan," katanya.

Kejadian yang menimpa anak kedua dari 7 bersaudara itu terpaksa berhenti melanjutkan kuliahnya di Jurusan Hukum, Universitas Yapis Papua (Uniyap).

Baca juga: Bupati Puncak Willem Wandik: Kartu Orang Asli Papua Solusi Agar Masyarakat Bisa Rasakan Dana Otsus

Walau sudah menjalani serangkaian operasi penyembuhan, sempat terganggu secara psikis, namun sudah tertolong, ia bangkit dari keterpurukan hidupnya.

Juru Parkir
Kecelakaan itu membuat dia kurang mendapat perhatian dari keluarga. Cobaan hidup ini tak membuat dia  putus asa, tapi berusaha mencari pekerjaan untuk membiayai kelanjutan hidup.

Baca juga: 189 Pedangan dan Pengunjung di Pasar Hamadi Kena Operasi Yustisi, 2 Orang Positif Covid-19

Dia tak patah arang, beragam cara ditempuh untuk mencari rupiah,namun tak membuahkan hasil. Akhirnya memutuskan untuk menjadi juru parkir di Kawasan Ruko Dok II Jayapura Papua.

Dari merapihkan kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua milik warga yang parkir di Kawasan Ruko Dok II Jayapura Papua, sehari meraup untung Rp200 ribu.

"Apalagi saat corona begini, orang yang datang ke sini (Pilos Cofee and Tea) juga sedikit," ujarnya.

Baca juga: Empat Parpol Belum Setujui 2 Nama Cawagub

Meski hanya mendapat Rp200 ribu, Fredinand masih sempat menyisihkan sebagian uangnya untuk anak-anak jalanan yang saban hari tinggal disekitar parkiran, tempat dimana dia bekerja.

"Intinya kita hidup walaupun serba kekurangan, harus bisa berbagi dan bermanfaat bagi orang lain,"katanya.

Fredinand berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain agar selalu bersyukur, walaupun dalam situasi sulit sekalipun.(*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved