Keluarga Pasien RSUD Bima Jadi Tersangka, Lakukan Perusakan di IGD dan Ancam Nakes
Tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima mendapat pengancaman dari tiga orang yang merupakan keluarga pasien.
TRIBUN-PAPUA.COM - Tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima mendapat pengancaman dari tiga orang yang merupakan keluarga pasien, di RS tersebut pada Minggu (15/8/2021).
Dua dari tiga tersangka berinisial WY dan GF pun kini resmi ditahan di Mapolsek Rasanae Timur, Kota Bima.
Kasi Humas Polres Bima Kota Iptu Jufrin mengatakan, selain menetapkan WY dan GF sebagai tersangka perusakan dan pengancaman, polisi juga tengah memburu satu tersangka lain.
Baca juga: Viral Jenazah Pasien Covid-19 Ditaruh di Gerbang TPU oleh Petugas RS, Keluarga yang Kubur Sendiri
Baca juga: Pagi Bekerja Jadi Sopir Angkot, Malam Berahli Jadi Tukang Jambret
Ia merupakan bagian dari keluarga pasien yang membuat kericuhan di RSUD Bima pada Minggu (15/8/2021).
"Dua dari tiga pelaku perusakan dan pengancaman terhadap Nakes di RSUD Bima telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara satu pelaku lain masih dalam pengejaran," ujar Jufrin kepada Kompas.com, Sabtu (21/8/2021)
Kedua tersangka kini ditangani Polsek Rasanae Timur dan dilakukan penahanan. Dalam perkara ini, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis belati.
Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal 335 KUHP jo pasal 55 Ayat 1 tentang perusakan dan terancam hukuman satu tahun kurungan penjara.
Keluarga pasien mengamuk di rumah sakit
Sebelumnya diberitakan, beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga mengamuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bima.
Dalam video yang beredar, warga yang merupakan keluarga pasien marah kepada perawat yang bertugas karena tidak bergerak cepat untuk membantu anggota keluarga mereka yang butuh penanganan serius.
Baca juga: Kronologi Pencuri Motor Dibangunkan Polisi karena Ngantuk Berat, Ternyata Habis Mabuk
Baca juga: 5 Fakta Bandar Arisan di Salatiga Curi Uang Miliaran Milik Nasabah, Sempat Unggah Foto Uang
Sementara satu orang lainya berkaus putih tampak berusaha mencegah kerabatnya yang hendak menyerang petugas.
Suasana semakin mencekam lantaran pria yang membawa sajam tiba-tiba memberontak serta merusak fasilitas yang ada di rumah sakit itu.
Hal itu membuat beberapa perawat ketakutan dan berusaha menghindar.
Humas RSUD Bima, dr M Akbar ketika dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/8/2021) pagi.
"Kejadian ini bermula ketika ada salah satu pasien rujukan. Pasien tersebut mengalami luka terkena busur panah. Sementara pihak keluarga meminta untuk secepatnya dioperasi. Namun, karena tidak sabar menunggu, mereka kemudian mengamuk serta mengancam dokter dan perawat dengan parang," ujar Akbar saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/polisi-tetapkan-dua-dari-tiga-pelaku-perusakan-dan-pengancaman-tenaga-medis.jpg)