Nasional
VIRAL Gorong-gorong di Pasteur Bandung Jadi Tempat Tinggal Tuna Wisma
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi, membenarkan saluran air itu kini sering digunakan sebagai tempat tinggal oleh PMKS.
TRIBUN-PAPUA.COM - Saluran air atau drainase berukuran jumbo di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, Jawa Barat, ternyata kerap dipakai untuk tempat tinggal tuna wisma, atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi, membenarkan bahwa saluran air itu kini sering digunakan sebagai tempat tinggal oleh PMKS.
Pasalnya, anggota DPU Kota Bandung sempat menemukan sejumlah barang yang ditata secara apik layaknya kamar.
Misalnya seperti kasur, bantal, pakaian yang menggantung, batu yang dibuat seperti kursi di dalam gorong-gorong selebar lebih kurang 2x2 meter tersebut.
Baca juga: Prabowo Sarankan Jokowi Berani Pindahkan Ibu Kota ke Kaltim: Teruskan Pak!
Video temuan tempat tinggal di dalam saluran air di Pasteur tersebut diunggah dalam akun Instagram milik Didi Ruswandi.
Saat ditelusuri ke lokasi, barang-barang yang semula ditata seperti kamar tersebut telah dbersihkan oleh anggota DPU Kota Bandung.
Saat itu, yang tersisa hanya akuarium berisi ikan kecil, sikat gigi, saringan ikan dan celana jeans.
Baca juga: Babak Baru Kasus BLBI, Pemerintah Tagih Utang Tommy Soeharto Rp 2,6 Triliun
"Ini drainase Jalan Djundjunan dipakai buat rebahan," kata Didi dalam akun Instagramnya, Selasa (24/8/2021).
Melansir Kompas.com, Didi mengatakan, salah satu pegawainya sudah menemukan siapa yang tinggal di dalam gorong-gorong di Jalan Pasteur.
"Anggota saya menemukan ada dua ibu-ibu dengan gerobak yang lagi duduk-duduk dekat situ. Keduanya mengiyakan (tinggal di dalam gorong-gorong)," kata Didi.
Didi mengatakan, anggotanya menduga ada orang lain yang tinggal di dalam gorong-gorong.
"Soalnya ada baju laki-laki juga dan kasurnya ada tiga. Tapi yang laki-laki enggak ada saat itu," kata Didi.
Baca juga: Tersangka Rusuh Papua Victor Yeimo Disidangkan di PN Jayapura
Didi mengatakan, DPU Kota Bandung juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bandung untuk penanganan PMKS tersebut.
"Kata Pak Kadinsos mau ditampung di rumah singgah dulu," kata Didi.
Sandi (17), pemilik usaha tambal ban di Jalan Pasteur, membenarkan bahwa saluran air tersebut sering dijadikan tempat tinggal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/gorong-gorong-saluran-air-dekat-jalan-babakan-bandung.jpg)