Kamis, 16 April 2026

KKB PAPUA

Bupati Yahukimo Minta Pekerjaan Tetap Berjalan, Masyarakat Sepakat Mendukung Aparat dan Menolak KKB

Pemerintah bersama elemen masyarakat sudah menganyatakan sikap mengutuk dan menolak semua kejahatan yang dilakukan KKB di Yaukimo.

Editor: Ri
(Dok Humas Polda Papua)
Personel Satgas Nemangkawi berada di Kali Yegi, Distrik Dekai, untuk mencari pekerja PT. Indo Papua yang melarikan diri dari KKB, Yahukimo, Papua, Senin (23/8/2021) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Masyarakat Kabupaten Yahukimo telah menyatakan sikap menolak kehadiaran  kelompok kriminal bersenjata di wilayahnya.

Sebab kehadiran KKB sangat merugikan semua pihak, terlebih khusus di sector pembangunan.

"Kami bersama elemen di sini sudah mengatakan sikap mengutuk dan menolak semua kejahatan-kejahatan yang sedang terjadi, yang dilakukan oleh KKB," ungkaP Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, Rabu (25/8/2021) kemarin.

"Jadi, ini bukan dari orang Yahukimo, karena orang Yahukimo sudah berkomitmen, sudah satu bahasa, satu jiwa, tidak ada tembak-menembak, bunuh-membunuh, itu kami tidak mau karena moto kami damai sejahtera," sambungnya.

Baca juga: Bupati Yahukimo Didimus Yahuli Minta Proses Pembangunan Jalan dan Jembatan Tak Dihentikan karena KKB

Ia pun mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dan meminta aparat keamanan menindak tegas pelaku kejahatan di Yahukimo.

“Kami sudah lakukan rapat bersama stakeholder, lalu langkah selanjutnya kami komunikasi terus dengan kepolisian dan TNI agar mereka ini dikejar, ditangkap dan diadili sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan," sambung dia.

EVAKUASI - Jajaran anggota Polres Yahukimo melakukan identifikasi korban pembunuhan yang diduga dilakukan KKB di wilayah Yahukimo Provinsi Papua, Minggu (22/8/2021) sore.
EVAKUASI - Jajaran anggota Polres Yahukimo melakukan identifikasi korban pembunuhan yang diduga dilakukan KKB di wilayah Yahukimo Provinsi Papua, Minggu (22/8/2021) sore. (FOTO POLRES YAHUKIMO UNTUK TRIBUN PAPUA)

Didimus pun meminta keputusan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wamena terkait penghentian seluruh proses pembangunan jalan dan jembatan di wilayah tersebut untuk dipertimbangkan.

Mengingat kata Dia pembangunan sangat dibutuhkan daerahnya untuk membuka akses keterisolasian.

Diketahui, keamanan di Yahukimo memang dikacaukan oleh KKB yang melakukan pembakaran hingga penembakan pada para pekerja.

Baca juga: Komnas HAM Papua Sebut Aksi Pembunuhan 2 Pekerja di Yahukimo Melebihi Kesadisan 

"Jangan dihentikan, sebab kerugian untuk kami, kami juga ingin akses ke daerah bisa dibangun, masyarakat tidak mengandalkan pesawat saja tapi juga bisa jalan darat mendekatkan diri ke daerah gunung," ujar Didimus, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (25/8/2021).

Ia menegaskan, saat ini Pemkab Yahukimo bersama unsur Forkompinda tengah membangun komunikasi ke seluruh stakeholder, termasuk para tokoh masyarakat.

Baca juga: Pasca Pembantaian Dua Pekerja, Situasi Yahukimo Kondusif

Didimus menekankan, bila pembangunan jalan dan jembatan yang tengah berlangsung di Yahukimo sangat didukung masyarakat karena selama ini akses jalur darat antar distrik di Yahukimo belum tersedia.

rumah milik warga di Yahukimo yang di bakar orang tidak dikenal
rumah milik warga di Yahukimo yang di bakar orang tidak dikenal (istimewa)

Dengan jumlah aparat keamanan yang dinilainya cukup banyak, Didimus berharap pembangunan yang dilakukan pemerintah dan masuk dalam proyek strategis nasional, bisa kembali dilanjutkan.

Dalam waktu dua minggu terakhir, KKB kerap melakukan aksi kriminal bersenjata di wikayah Distrik Dekai.

Baca juga: Tendius Gwijangge Aktor Pembunuhan Dua Pekerja di Yahukimo  

Akibat aksi KKB, selama Agustus 2021 sudah ada tiga korban tewas dan beberapa rumah dibakar.

Satgas Nemangkawi menyebut para pelaku merupakan KKB yang di dalamnya diaktori oleh Tenius Gwijangge, Senat Soll dan Temianus Magayang.

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved