KKB Papua

3 KKB Papua Bergabung untuk Tebar Teror di Yahukimo, Ada Pecatan TNI hingga Punya Penembak Jitu

Sebanyak tiga kelompok kriminal bersenjata (KKB) bergabung melakukan aksi teror dan menghadapi TNI-Polri di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Editor: Claudia Noventa
(Dok Humas Polda Papua)
Personel Satgas Nemangkawi berada di Kali Yegi, Distrik Dekai, untuk mencari pekerja PT. Indo Papua yang melarikan diri dari KKB, Yahukimo, Papua, Senin (23/8/2021) 

"Memang benar dari penyelidikan yang dilakukan terungkap kelompok yang menebar teror dengan membunuh warga sipil dan anggota TNI AD," kata Kombes Faisal dikutip dari Antara pada Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Daftar Pimpinan KKB yang Kerap Berulah di Papua, Ada yang Masih 20-an Tahun

Faisal mengatakan, selama Agustus 2021, aksi yang dilakukan KKB telah menewaskan tiga warga sipil.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan sejumlah aksi pembakaran.

Faisal menyebut, KKB di Yahukimo sudah bercampur dengan masyarakat setempat maupun mereka yang datang dari Kabupaten Nduga.

Jumlah mereka, kata Faisal, ada sekitar 30 orang.

Dari puluhan orang itu, beberapa di antaranya merupakan penembak yang terlatih yang saat ini memiliki enam pucuk senjata api.

Adapun dari dua senjata yang mereka miliki, dua di antaranya merupakan senapan jenis SS2 yang dirampas dari anggota TNI di Dekai pada Mei lalu.

Faisal mengungkapkan anggota KKB yang telah bergabung di Yahukimo itu merupakan penembak terlatih. Sebab, tembakan mereka terarah dan mengumpul.

Hal itu diketahui ketika anggota Satgas Nemangkawi ditembaki KKB saat melakukan evakuasi terhadap jasad kedua pekerja jembatan di Yahukimo. 

Akibat penembakan yang dilakukan KKB tersebut, empat anggota Brimob yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi mengalami luka.

Dengan demikian, Faisal menyebut bahwa artinya tembakan yang dilepaskan mereka terbidik semua.

Itu menunjukkan bahwa mereka benar-benar sangat terlatih.

"Anggota Satgas Nemangkawi saat mengevakuasi karyawan ditembaki KKB dan tembakannya terarah namun karena kita pakai mobil armor jadi tidak tembus," ucap Faisal.

Namun begitu, Faisal menambahkan, KKB di Yahukimo tidak memiliki pimpinan. Adapun ketiga nama yang ada saat ini hanyalah tokoh-tokoh saja.

Seorang pelajar tingkat SMA bernama Ali Mom (16) tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/4/2021).
Seorang pelajar tingkat SMA bernama Ali Mom (16) tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/4/2021). ((Puspen Mabes TNI))

Baca juga: Bupati Yahukimo Kecewa Proyek Jembatan Dihentikan karena KKB: Kami Ingin Akses Daerah Dibangun

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved