Breaking News:

Kronologi Warga di Sorong Palang Pemakaman Covid-19 Seluas 22 Hektar, Dilakukan Secara Ritual Adat

Pemakaman Covid-19 yang terletak di Jalan Suteja Kilometer 10 Kota Sorong, Papua Barat dipalang secara adat oleh warga yang merupakan pemilik lahan.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Maichel - Kompas.com
Tempat Pemakaman Covid-19 Dipalang pemilik Hak Ulayat. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pemakaman Covid-19 yang terletak di Jalan Suteja Kilometer 10 Kota Sorong, Papua Barat dipalang secara adat oleh warga yang merupakan pemilik lahan.

Pemalangan itu dilakukan secara ritual adat dengan mendirikan sebuah pohon bambu dan ikatan kain merah, sekitar pukul 10.30 WIT. 

Pemalangan ini dilakukan karena Pemerintah Kota Sorong secara diam-diam diduga telah mengeluarkan sertifikat tanah di atas lahan sebesar 22 hektar dan belum melakukan ganti rugi senilai Rp 28 miliar.

Baca juga: Gubernur Tunjuk Kapolda Papua sebagai Kepala Delegasi PON XX

Baca juga: Ketum PSSI Lakukan Investigasi seusai Ramai Kontroversi Wasit Liga 1, Persipura Jayapura Jadi Korban

Pemilik lahan Absalon Malaseme (46) mengatakan, lokasi tempat pemakaman Covid-19 tersebut masih dalam sengketa antara kedua marga yakni Malaseme-Kalaum dan Manibela-Klawalu.

Mereka meminta kepada Pemkot Sorong berperan aktif untuk memediasi marga tersebut agar tidak menciptakan kegaduhan di lingkungan masyarakat adat.

Menurut dia, sejak awal munculnya Covid-19 tahun 2020, Pemkot Sorong belum berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait rencana pembukaan lahan tempat pemakaman Covid-19.

"Kami sangat sayangkan dari awal tanpa ada kordinasi bersama kami tanah ini secara diam-diam Pemkot Sorong sudah keluarkan sertifikat tanpa menyelesaikan sengketa tanah antara  kedua marga tersebut Malasime-Kalaum," ujar Absalon Malaseme kepada wartawan Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Warga Lakukan Pemalangan di Lahan Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkot Sorong Disebut Belum Bayar 28 M

Sejumlah masyarakat pemilik hak ulayat, memalang tempat pemakaman pasien Covid-19 di Kota Sorong, Papua Barat.
Sejumlah masyarakat pemilik hak ulayat, memalang tempat pemakaman pasien Covid-19 di Kota Sorong, Papua Barat. (Tribun-Papua.com/Safwan A Raharusun)

Pemalangan tempat pemakaman Covid-19 di Kota Sorong mulai hari ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Pemilik berharap kepada Pemkot Sorong untuk turut menyelesaikan sengketa dan ganti rugi tanah tersebut.

Jika ada pihak pemerintah yang mencabut palang, kata Absalon, pihak adat mengancam akan menggugat ke Mahkamah Agung.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong Rudy Laku mengatakan, belum mengetahui informasi tersebut soal pemalangan lokasi tempat pemakaman Covid-19.

"Maaf saya belum tahu informasi soal itu saya masih sementara rapat belum ada informasi terkait hal itu. Kalau kuburan Covid-19 saya tahu, kalau soal sertifikat saya kurang tau," ujar Ruddy Laku saat dihubungi Kompas.com.

(*)

Berita Papua Barat lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tempat Pemakaman Covid-19 di Kota Sorong Dipalang secara Adat, Lokasi Masih Dalam Sengketa"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved