Mencari Pengganti Klemen Tinal
DPD Demokrat Minta Mathius Awoitauw Terbuka Soal Cawagub Papua
Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Rakyat Provinsi Papua, Boy Dawir meminta Ketua Koalisi Lukmen Jilid II terbuka soal Cawagub
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Rakyat Provinsi Papua, Boy Dawir meminta Ketua Koalisi Papua Bangkit Lukas Enembe -Klemen Tinal (Lukmen Jilid II) untuk terbuka soal calon wakil gubenur Papua.
"Pak Awoitauw tidak boleh menipu rakyat dalam proses cawagub Papua, jadi Ketua Koalisi jangan membingungkan publik," kata Boy Markus Dawir, di Jayapura, Kamis (2/8/2021) malam.
Baca juga: 29 Hari Jelang PON XX, 12 Daerah di Provinsi Papua Nol Kasus Harian Covid-19
Boy Markus Dawir menyebut disaat rapat pertama, Partai NasDem mengaku tidak mengajukan calon, namun secara tiba-tiba pengakuan tersebut berubah.
"Beliau dari rapat pertama menyatakan Nasdem tidak mengajukan calon, namun kenapa sekarang Nasdem harus mengajukan calon? Berarti pak Awoitauw tidak konsisten dengan pernyataannya,"ujarnya.
Baca juga: Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, 4 Prajurit TNI Hari Ini Diberangkatkan ke Halamannya
Menurut dia, soal penentuan cawagub, ke 7 partai koalisi, Demokrat, Hanura, PKPI, PKB, PAN, dan PKS tidak bisa menunggu 2 partai yaitu Golkar dan NasDem, sebab tidak ada ketentuan.
"Kita tidak akan menunggu Nasdem dan Golkar, karena ini harus jalan, dan tidak ada ketentuan harus 100 persen,"katanya.
Boy meminta soal penentuan cawagub Papua, agar ketua Koalisi Papua Bangkit Lukmen Jilid II dapat membaca aturan dengan baik.
Baca juga: Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, 4 Prajurit TNI Hari Ini Diberangkatkan ke Halamannya
"Saya harap Ketua Koalisi bisa melihat situasi dan membaca aturan dengan baik bahwa tidak ada ketentuan 100 persen keseluruhan partai koalisi harus ada SK DPP-nya dulu baru bisa mengajukan ke DPR Papua,”ujarnya.
Menurut Boy, kemungkinan Ketua koalisi Papua Bangkit Lukmen Jilid II tidak ikut perkembangan penentuan 2 nama cawagub Papua dengan baik.
"Saya kira beliau mungkin tidak mengikuti perkembangan, jika pada tanggal 18 Agustus 2021, dari musyawarah mufakat, 5 partai menyetujui dua nama yang disarankan oleh pak Gubernur, yaitu Kenius Kogoya dan Yunus Wonda," katanya.
Baca juga: TNI Dekat dengan Warga, KKB Iri Hari: 4 Prajurit Dibantai
Menurut dia, kedua nama cawagub ini sudah disepakati dalam musyawarah mufakat di koalisi, hanya saja, tidak disampaikan oleh Ketua Koalisi ke publik.
"Tidak disampaikan oleh Ketua Koalisi kepada publik adalah koalisi sudah musyawarah mufakat untuk menyerahkan 9 nama yang kemudian menjadi 6 nama kepada Gubernur Papua, untuk gubernur memutuskan dan akan disahkan menjadi calon dalam koalisi,"ujarnya.
Baca juga: Mathius Awoitauw : Belum Ada Rekomendasi Nama Cawagub Papua dari DPP
Selain itu, Boy juga mengakui jika sementara ini, pihaknya tengah melakukan lobi dan komunikasi politik dengan kedua partai tersebut yaitu NasDem dan Golkar
“Jadi, kita tidak menunggu lagi, mari kalau memang partai Nasdem dan Golkar mendukung apa yang sudah disetujui oleh 7 partai, mari sama-sama kita dukung,"katanya.
Baca juga: Minta Masyarakat Tenang, Pangdam Jamin Keamanan Papua Barat: Dia Bermain, Maka Kita Hancurkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/2021_pengganti_klemen_tinal.jpg)