Selasa, 21 April 2026

Mencari Pengganti Klemen Tinal

DPD Demokrat Minta Mathius Awoitauw Terbuka Soal Cawagub Papua

Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Rakyat Provinsi Papua, Boy Dawir meminta Ketua Koalisi Lukmen Jilid II terbuka soal Cawagub

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
TribunPapua.com/Roy_Ratumakin
MENCARI PENGGANTI KLEMEN _ Koalisi Papua Bangkit di DPRP Papua mulai menggodok siapa pangganti mendiang Klemen Tinal, Wakil Gubernur Papua yang meninggal Jumat (21/5/2021) di Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Rakyat Provinsi Papua, Boy Dawir meminta Ketua Koalisi Papua Bangkit Lukas Enembe -Klemen Tinal (Lukmen Jilid II) untuk terbuka soal calon wakil gubenur Papua.

"Pak Awoitauw tidak boleh menipu rakyat dalam proses cawagub Papua, jadi Ketua Koalisi jangan membingungkan publik," kata Boy Markus Dawir, di Jayapura, Kamis (2/8/2021) malam.

Baca juga: 29 Hari Jelang PON XX, 12 Daerah di Provinsi Papua Nol Kasus Harian Covid-19

Boy Markus Dawir menyebut disaat rapat pertama, Partai NasDem mengaku tidak mengajukan calon, namun secara tiba-tiba pengakuan tersebut berubah.

"Beliau dari rapat pertama menyatakan Nasdem tidak mengajukan calon, namun kenapa sekarang Nasdem harus mengajukan calon? Berarti pak Awoitauw tidak konsisten dengan pernyataannya,"ujarnya.

Baca juga: Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, 4 Prajurit TNI Hari Ini Diberangkatkan ke Halamannya

Menurut dia, soal penentuan cawagub, ke 7 partai koalisi, Demokrat, Hanura, PKPI, PKB, PAN, dan PKS tidak bisa menunggu 2 partai yaitu Golkar dan NasDem, sebab tidak ada ketentuan.

"Kita tidak akan menunggu Nasdem dan Golkar, karena ini harus jalan, dan tidak ada ketentuan harus 100 persen,"katanya.

Boy meminta soal penentuan cawagub Papua, agar ketua Koalisi Papua Bangkit Lukmen Jilid II dapat membaca aturan dengan baik.

Baca juga: Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, 4 Prajurit TNI Hari Ini Diberangkatkan ke Halamannya

"Saya harap Ketua Koalisi bisa melihat situasi dan membaca aturan dengan baik bahwa tidak ada ketentuan 100 persen keseluruhan partai koalisi harus ada SK DPP-nya dulu baru bisa mengajukan ke DPR Papua,”ujarnya.

Menurut Boy, kemungkinan Ketua koalisi Papua Bangkit Lukmen Jilid II tidak ikut perkembangan penentuan 2 nama cawagub Papua dengan baik.

"Saya kira beliau mungkin tidak mengikuti perkembangan, jika pada tanggal 18 Agustus 2021, dari musyawarah mufakat, 5 partai menyetujui dua nama yang disarankan oleh pak Gubernur, yaitu Kenius Kogoya dan Yunus Wonda," katanya.

Baca juga: TNI Dekat dengan Warga, KKB Iri Hari: 4 Prajurit Dibantai

Menurut dia, kedua nama cawagub ini sudah disepakati dalam musyawarah mufakat di koalisi, hanya saja, tidak disampaikan oleh Ketua Koalisi ke publik.

"Tidak disampaikan oleh Ketua Koalisi kepada publik adalah koalisi sudah musyawarah mufakat untuk menyerahkan 9 nama yang kemudian menjadi 6 nama kepada Gubernur Papua, untuk gubernur memutuskan dan akan disahkan menjadi calon dalam koalisi,"ujarnya.

Baca juga: Mathius Awoitauw : Belum Ada Rekomendasi Nama Cawagub Papua dari DPP

Selain itu, Boy juga mengakui jika sementara ini, pihaknya tengah melakukan lobi dan komunikasi politik dengan kedua partai tersebut yaitu NasDem dan Golkar

“Jadi, kita tidak menunggu lagi, mari kalau memang partai Nasdem dan Golkar mendukung apa yang sudah disetujui oleh 7 partai, mari sama-sama kita dukung,"katanya.

Baca juga: Minta Masyarakat Tenang, Pangdam Jamin Keamanan Papua Barat: Dia Bermain, Maka Kita Hancurkan

Sebab, menurut dia, jangan dengan hal ini membuat rakyat bosan dan marah hingga menyebabkan hal-hal yang tidak diingikan terjadi di Papua.

"Jangan kita bikin sehingga terjadi apa-apa di Papua, siapa yang bertanggungjawab. Saya bukan mengancam, tapi rakyat hari ini sudah pada ribut, kenapa tidak kompak, kenapa Nasdem ngotot mengajukan calon, ini kan masalah,"ujarnya.

Baca juga: Gelar Upacara Militer, 4 Jenazah Prajurit TNI Siap Dikirim ke Kampung Halaman

Jadi, kata dia, ke 7 partai Koalisi yang saat ini sudah menyetujui dua nama cawagub Papua, dan tidak lagi menunggu untuk mengajukan SK DPP mereka ke Gubenur Papua.

"Jadi, kita tidak akan tunggu, karena sudah musyawarah mufakat sehingga 7 partai akan dorong 2 nama Cawagub itu ke gubernur dan akan diserahkan ke DPR Papua untuk pemilihan, kita akan maju terus,”tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved