Breaking News:

Jual Vaksin Covid-19 Jatah Napi Seharga Rp250 Ribu, Dokter Berstatus ASN Ditangkap Polisi

Dokter berstatus aparatur sipil negara (ASN) yaitu dr Indra Wirawan menjadi pelaku kasus jual beli vaksin Covid-19 di Medan, Sumatera Utara.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Gita Nadia Putri br Tarigan/Tribun Medan
Sidang perkara dugaan jual beli vaksin secara ilegal, yang menyeret oknum dokter berstatus ASN yakni dr.Indra Wirawan dan Selviwaty kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Dokter berstatus aparatur sipil negara (ASN) yaitu dr Indra Wirawan menjadi pelaku kasus jual beli vaksin Covid-19 di Medan, Sumatera Utara.

Kasus itu kembali disidangkan, Rabu (8/9/2021) secara daring di Pengadilan Negeri Medan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi dari kepolisian yakni Eliakim dan Suherman yang menangkap kedua terdakwa.

"Kami bergerak dari adanya informasi dari masyarakat terkait pelaksanaan vaksin berbayar di sebuah Club House di jalan Perintis Kemerdekaan. Setelah kami cek ke lokasi. Benar, ada orang ramai melaksanakan vaksin," katanya Eliakim menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Empat Nakes Lompat ke Jurang, 2 Dinyatakan Hilang Saat KKB Lakukan Penyerangan di Pegubin

Baca juga: Viral Video Petugas Disdukcapil Cekcok dengan Warga yang Urus KTP, Berujung Minta Maaf

Selanjutnya kata saksi, pihaknya pun mengamankan sejumlah barang bukti beserta terdakwa Selviwaty yang saat itu tengah mengatur berjalannya vaksinasi.

"Yang diamankan saat itu 7 orang. Selanjutnya beberapa orang yang sudah divaksin, kami interogasi dan mereka jawab kalau vaksinnya bayar Rp 250 ribu ke Selviwaty," katanya.

Selanjutnya, pihak kepolisian pun menginterogasi Selviwaty dan didapatkan informasi bahwa vaksin tersebut didapat dari terdakwa dr.Indra Wirawan yang tak lain adalah dokter di Rutan Tanjung Gusta Medan.

"Katanya (Selviwaty) vaksinnya dapat dari dokter Indra sementara Selviwaty sebagai pengumpul, hari itu juga kami cari Dokter Indra, kami tangkap di jalan," bebernya.

Setelah diinterogasi kata saksi, Dokter Indra mengaku kalau masih ada sisa vaksin di rumahnya sekitar 18 botol, sehingga pihak kepolisian pergi ke rumah Indra.

"Kami mendapat vaksin 18 botol di kulkasnya dan kami ambil semua sebagai barang bukti," bebernya.

Baca juga: Oknum Guru Ponpes di Sumsel Cabuli 12 Santrinya, Korban Diancam Dikurung di Gudang

Dalam sidang tersebut, saksi juga membeberkan bahwa sejumlah orang yang ikut menyuntikkan vaksin merupakan bawahan dari dokter Indra yang bekerja di Rutan Tanjung Gusta Medan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved