Breaking News:

Menderita Gangguan Jiwa, Proses Hukum Dokter yang Campurkan Sperma ke Makanan Istri Teman Berlanjut

Hasil pemeriksaan kejiwaan oleh RS di Kota Semarang menunjukkan, dokter yang mencampurkan sperma ke makanan dinyatakan menderita gangguan jiwa.

Editor: Claudia Noventa
NET
Ilustrasi - Dokter yang mencampurkan sperma ke makanan istri temannya dinyatakan menderita gangguan jiwa. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Dokter yang mencampurkan sperma ke makanan istri temannya dinyatakan menderita gangguan jiwa.

Diketahui, dokter tersebut sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah universitas di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kabidhumas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan pemeriksaan kejiwaan tersangka dilaksanakan secara maraton selama dua minggu oleh tim dokter dari berbagai disiplin medis.

"Tersangka diperiksa oleh tim yang terdiri psikolog, psikiater serta beberapa dokter lain. Hasilnya, dia dinyatakan mengidap kelainan kejiwaan," jelas Iqbal dalam keterangan pers, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Aksi Brutal KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, Pembakaran Fasilitas Umum hingga Bunuh Nakes

Baca juga: 26 Bocah Laki-laki Jadi Korban Rudapaksa Guru di Pesantren, Total Ada 26 Korban yang Sudah Melapor

Iqbal menjelaskan, tersangka diketahui mengalami kelainan jiwa akibat trauma psikologis saat masih kecil dan hidup di lingkungan keluarga yang kurang harmonis.

"Sehingga tersangka melampiaskan melalui nonton tayangan pornografi dan memperoleh kepuasan karena itu," tambah Kabidhumas.

Kendati demikian, kondisi kejiwaan tersangka tidak terlalu berdampak pada aktivitas normal dalam kesehariannya sehingga proses hukum tetap berlanjut.

Menurut Iqbal, tim penyidik telah memenuhi persyaratan pemeriksaan kejiwaan tersangka dan melimpahkan berkas penyidikannya ke Kejaksaan Negeri Semarang.

"Keterangan dokter tentang kondisi kejiwaan itu yang beberapa waktu lalu diminta oleh tim kejaksaan. Rabu kemarin, berkas sudah kami limpahkan kembali ke Kejari," ujar Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menerangkan ada enam tahapan yang harus dilalui apabila pelaku tindak pidana dinyatakan gangguan jiwa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved