Breaking News:

Ibu Terbangun Dengar Anaknya yang Berusia 2,5 Tahun Menangis, Kaget Lihat Banyak Luka di Tubuhnya

Diketahui, ayah tiri yang berinisial GY (24) mengaku, melakukan penganiayaan karena jengkel.

Editor: Claudia Noventa
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan - Bocah berusia 2,5 tahun dianiaya ayah tirinya hingga mengalami luka bakar di tubuh. 
TRIBUN-PAPUA.COM - Bocah berusia 2,5 tahun dianiaya ayah tirinya hingga mengalami luka bakar di tubuh.
Diketahui, ayah tiri yang berinisial GY (24) mengaku, melakukan penganiayaan karena jengkel.

"Penganiayaan yang dilakukan oleh ayah tiri dari seorang bayi yang berusia 2,5 tahun," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Sleman, Yogyakarta, Iptu Yunanto Kukuh dalam jumpa pers, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Napi Lakukan Penipuan di Dalam Penjara dengan Modus Beli Kayu Rp 53 Juta, Korban sempat Video Call

Baca juga: Buka Praktik Suntik Pemutih Ilegal, Tukang Cukur Ngaku Belajar di Youtube dan Peralatan Beli Online

Kukuh menyampaikan, awalnya korban dan ibunya sedang tidur.

Namun tiba-tiba bayi berusia 2,5 tahun ini menangis.

Mendengar suara menangis, sang ibu kemudian terbangun.

Sang ibu terkejut setelah melihat ada beberapa luka di tubuh anaknya.

"Ibunya melihat ada beberapa luka yang tidak biasa. Ada dua luka di bibir atas dan bawah, kemudian ada di kaki," tuturnya.

Setelah itu, ibu korban melihat GY yang tidak lain adalah suaminya memegang lidi yang menyala di bagian ujungnya. Mengetahui perbuatan GY, sang ibu kemudian melaporkan ke polisi.

"Jadi pelaku ini menyulut korban dengan lidi api. Jadi lidinya dipanaskan kemudian disulutkan kepada bibir atas bawah korban, kemudian di bagian kakinya juga," tuturnya.

Baca juga: Kisah Wanita 19 Tahun Ditalak Suami 10 Kali dan Bayi yang Dikandung Tak Diakui, Kenal Baru Seminggu

Menurut Kukuh, motif pelaku tega terhadap anak tirinya karena merasa jengkel. Pelaku merasa terganggu karena anak tirinya rewel.

"Mungkin merasa jengkel karena anaknya ini rewel kemudian yang bersangkutan itu melakukan hal tersebut. Pelaku merasa terganggu dengan anaknya tersebut," ungkapnya.

Usia pernikahan ibu korban dengan pelaku sekitar satu tahun. Selama ini pelaku tidak mempunyai pekerjaan tetap.

"Kami terapkan Pasal 44 Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2004 atau Pasal 80 Undang-Undang RI 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman sekitar 3 tahun," jelasnya.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ayah Tiri di Sleman Aniaya Balita 2,5 Tahun karena Rewel, Sulut Lidi Panas ke Bibir Anak

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved