Breaking News:

Tes Doping Plan

Dinilai Tak Patuh Standar Anti-Doping, Indonesia Terancam Tak Bisa Gelar Ivent Internasional

Badan Anti-Doping Dunia (WADA) telah berkirim surat kepada Indonesia yang isinya melarang Indonesia menjadi tuan rumah event internasional

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Menpora Zainudin Amali saat meninjau Media Center dan NBC di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Rabu (6/10/2021) malam. (Dok: Kemenpora) 

Menurutnya, semenjak pandemi covid-19 kegiatan-kegiatan olahraga terhenti secara total sehingga tidak ada kegiatan-kegiatan olahraga yang bisa kita jadikan sampel untuk anti-doping pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut.

Di sisi lain, sample waktu itu direncanakan by name para atlet. Padahal, sejumlah atlet yang direncanakan untuk diambil sampel urine sudah mengikuti event olahraga di luar negeri, baik itu untuk kualifikasi olimpiade maupun kejuaraan single event.

Baca juga: Pasca Ricuh, Aparat Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat GOR Cenderawasih Jayapura

“Sehingga itu menyulitkan (pengambilan sampel). Sementara di dalam negeri juga tidak ada pertandingan-pertandingan itu,” jelasnya.

Namun demikian, Menpora Amali mengaku tidak khawatir karena target sample bisa dipenuhi pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang saat ini sedang berlangsung di Papua.

“Nah itu dalam surat kami yang sudah dikirim tadi itu sudah dijelaskan PON masih berlangsung. Artinya dari PON ini kita bisa banyak sampel dan apa yang sudah direncanakan itu, insya Allah akan terpenuhi,” harap Menpora Amali.

“Jadi lebih ini lebih kepada TDP (Tes Doping Plan) kita. Jadi karena kejadian covid -19, sehingga tidak bisa kita lakukan sesuai dengan apa yang sudah kita kirimkan (rencanakan),” tambahnya.

Baca juga: Basket Putri DKI Sabet Perunggu Usai Tebas Sulawesi Selatan 69 - 53

Lebih lanjut Menpora Amali, memang setiap tahun pihaknya melalui LADI harus mengirimkan sampel dan itu menjadi pegangan WADA untuk melihat apakah Indonesia sesuai dengan perencanaan atau tidak, hanya saja tahun 2020 kemarin situasi pandemi dan sampel tidak terpenuhi jumlahnya.

“Saya optimis kalau ini clear ya setelah kita komunikasi. Untuk tahun 2021 ini bisa terpenuhi dengan sampel doping atau anti-doping yang diambil dari pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON),” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved