Breaking News:

Papua Barat Terkini

22 Tahun Papua Barat Lahir, Tim 315: Kami Telah Berjuang Tetapi Sekarang Jadi Penonton

Sejumlah pelaku sejarah perjuangan pemekaran Provinsi Papua Barat, yang masuk dalam tim 315, mengaku kecewa dengan perlakuan pemerintah.

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun
Saat dua orang Tim 315 diberikan Nasi Kotak di Emperan Podium, Agustinus Tarasay (76) dan Abraham Bodory (68). 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sejumlah pelaku sejarah perjuangan pemekaran Provinsi Papua Barat, yang masuk dalam tim 315, mengaku kecewa dengan perlakuan pemerintah dan panitia terhadap mereka di acara HUT ke-22 tahun.

Menjadi tamu yang tak diundang, dan tidak membacakan sejarah perjuangan hingga dikasi makan nasi kotak di emperan podium, seakan telah menodai perjuangan untuk menghadirkan provinsi Papua Barat.

Seorang Anggota tim 315 wilayah Sorong Raya, Abraham Bodory (68) mengaku pemerintah saat ini tidak mempedulikan jasa para pejuang pemekaran Papua Barat.

Baca juga: Pengakuan Mahasiswi Edarkan Ganja di Kampus, Keuntungan Rp 1,5 Juta untuk Bayar Biaya Kuliah

"Kami telah berjuang tetapi sekarang malah jadi penonton," ujar Bodory, kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (12/10/2021).

"Mereka yang tidak pernah berjuang tetapi sekarang malah menjadi penikmat,"

Kendati demikian, pihaknya meminta agar para pemangku kepentingan di Papua Barat, harus bisa menghargai jasa dari para pejuang pemekaran.

"Kami rasa rugi, tidak diundang bahkan tidak dibacakan sejarah," ucapnya.

Padahal, sejak awal dalam memperjuangkan Papua Barat, para tokoh pemekaran mendapat banyak tekanan.

"Waktu itu orang lain bicara Papua Merdeka, kami malah minta pemekaran Papua Barat," tutur Bodory.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved