Sosok
Maria Fransisca Tambingon, Darah Papua Pemeran Film Boven Digoel
Darah muda kelahiran Biak 11 Oktober 1995, Maria Fransisca Tambingon merupakan Puteri Indonesia Papua 2014.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Darah muda kelahiran Biak 11 Oktober 1995, Maria Fransisca Tambingon merupakan Puteri Indonesia Papua 2014, dengan segudang prestasi dan pencapaian.
Namanya mulai dikenal publik ketika mewakili Papua, dalam ajang kontes kecantikan Puteri Indonesia 2014 silam.
Saat itu, Maria berhasil menempati posisi Top 10 Puteri Indonesia 2014, sehingga berhasil mencatatkan namanya, sebagai salah satu perempuan Papua yang diperhitungkan dalam dunia pegeant.
Baca juga: Paulus Waterpauw dan Roma Pasaribu Motivasi Mahasiswa Uncen
Di panggung para wanita cantik se-Indonesia, Maria berhasil menunjukkan pesonanya dan menarik perhatian para juri, termasuk Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman kala itu.
Kala berlenggak-lenggok di atas panggung Puteri Indonesia, Maria masih berstatus mahasiswa aktif di Jurusan Teknik Planologi, Universitas Cenderawasih di Jayapura Papua.
Saat memasuki 10 besar kala itu, Maria diberikan pertanyaan untuk dijawab.
Saat pembawa acara Choky Sitohang memanggilnya maju ke depan podium, Maria berjalan dengan tampak percaya diri.
Ia diharuskan memilih angka yang dibaliknya ada sebuah pertanyaan, dengan yakin Maria memilih nomor 2.
Pertanyaan yang dipilih Maria berbunyi "jika anda terpilih menjadi pemimpin negara ini, apa saja yang akan anda lakukan untuk memajukan bangsa ini?".
Baca juga: Sosok Pingkan Mandagi, Ratu Terjun Payung Indonesia Peraih 11 Emas di 8 PON Bersama Sulut
Choky menanyakan kembali, apakah sudah paham dengan pertanyaannya, Maria menjawab ia telah paham.
Dalam waktu 30 detik, Maria menjawab dengan lugas pertanyaan itu.
"Yang akan saya lakukan adalah mengubah sektor pendidikan karena pendidikan begitu penting di dunia ini," ujarnya.
Baca juga: Alfred Korwa, Sosok yang Memperkenalkan Cabor Tarung Derajat di Papua
Ia melanjutkan, "khususnya di Indonesia karena pendidikan itu sangat penting, dan yang mengubah manusia itu adalah pendidikan, dan semua manusia itu sama di mata tuhan, hanya pendidikan yang membuat kita berbeda," jawab Maria.
Setelah ia menjawab pertanyaan dengan baik, dirinya langsung melepas senyum manis, diikuti tepuk tangan penonton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/20102021-maria_fransisca_tambingon-1.jpg)