ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KKB Papua

Ada Oknum Sebar Fitnah TNI-Polri Bombardir dan Bakar Rumah Warga di Papua, Aparat: Itu KKB Kiwirok

Adanya informasi di media sosial yang menyebut TNI-Polri telah membombardir KKB dan membakar rumah warga dibantah oleh aparat.

Istimewa/HO
Aparat TNI-Polri yang bertugas di Papua - Adanya informasi di media sosial yang menyebut TNI-Polri telah membombardir KKB dan membakar rumah warga dibantah oleh aparat. 

Mereka mengaku sudah hampir satu bulan mengungsi di Jayapura dan menunggu kepastian untuk dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

"Kami sudah hampir satu bulan di kota Jayapura dalam perlindungan Komnas HAM menunggu kepastian bantuan pulang ke kampung halaman. Ingin bertemu dengan sanak keluarga serta untuk mengurangi trauma," ungkap nakes bernama Moa dan Ama, dikutip Tribun-Papua.com dari laman Surya, Kamis (21/10/2021).

Moa mengungkapkan, sejumlah nakes yang selamat dari kekerasan KKB Papua itu masih menanti bantuan pemerintah agar membantu memulangkan mereka ke kampung halaman.

Baca juga: KKB Perpanjang Siklus Kekerasan di Papua Pasca-Pasokan Amunisi dari Oknum Aparat

Kasubag Sub Pelayanan Pengaduan Masyarakat Komnas HAM Papua Melchior S Weruin mengatakan, kurang lebih satu bulan sudah Komnas HAM perwakilan Papua terus memberikan pendampingan dan perlindungan kepada para nakes korban kekerasan KKB Papua di Kiwirok.

Diakui Melchior, sembilan nakes korban selamat dari KKB tersebut masih berada di Jayapura untuk menanti bantuan Pemkab Pegunungan Bintang dan pihak terkait membantu kepulangan mereka ke daerah asal.

Moa mengungkapkan, sejumlah nakes yang selamat dari kekerasan KKB itu masih menanti bantuan pemerintah agar membantu memulangkan mereka ke kampung halaman.

Kasubag Sub Pelayanan Pengaduan Masyarakat Komnas HAM Papua Melchior S Weruin mengatakan, kurang lebih satu bulan sudah Komnas HAM perwakilan Papua terus memberikan pendampingan dan perlindungan kepada para nakes korban kekerasan KKB di Kiwirok.

Diakui Melchior, sembilan nakes korban selamat dari KKB tersebut masih berada di Jayapura untuk menanti bantuan Pemkab Pegunungan Bintang dan pihak terkait membantu kepulangan mereka ke daerah asal.

Sekitar 400 personel gabunganTNI-Polri disiagakan di Kabupaten Boven Digoel, Papua, untuk menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif pasca-putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada di kabupaten tersebut, Selasa (23/3/2021).
Sekitar 400 personel gabunganTNI-Polri disiagakan di Kabupaten Boven Digoel, Papua, untuk menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif pasca-putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada di kabupaten tersebut, Selasa (23/3/2021). (Humas Polda Papua)

Tokoh Masyarakat Tentang Kebrutalan KKB Papua

Sementara itu, Tokoh masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang, Seni Uopdana, menentang keras kebrutalan KKB Papua di Distrik Kiwirok.

Seperti diketahui, aksi kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang khususnya di Distrik Kiwirok, semakin meningkat.

Melihat banyaknya korban terus berjatuhan, baik dari sipil maupun aparat, Seni Uopdana menilai aksi KKB Papua harus segera diatasi.

Uopdana dalam keterangannya mengatakan jika aksi-aksi KKB Papua tidak kunjung direspon cepat oleh aparat keamanan, ia khawatir konflik akan terus meluas dan dampak yang ditimbulkan juga semakin besar.

Baca juga: Warga Taruh Sampah Tangsel di Kantor Kelurahan, Pemkot Serang Heran: Kemarin Mereka Sepakat

 “Saya sangat berduka dengan kabar akhir-akhir ini yang terjadi di Pegunungan Bintang.

Memang kelompok bersenjata itu sudah membuat kacau situasi disini.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved