KKB Papua
KKB Berulah dalam Sepekan di Intan Jaya: Tewaskan Seorang Anak hingga Bakar Ambulans di Bandara
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam sepekan terakhir melakukan aksi kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
TRIBUN-PAPUA.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam sepekan terakhir melakukan aksi kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Selain baku tembak, KKB melukai prajurit TNI dan dua orang anak. Satu di antaranya meninggal dunia.
Seorang Anggota TNI Terluka di Bagian Perut
Pada Selasa (26/10/2021) siang, personel TNI dan KKB terlibat baku tembak di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Serangan KKB terjadi sekitar pukul 13.55 WIT hingga 14.20 WIT.
Baca juga: Sebelum Bakar Ambulans hingga Rumah Warga, KKB sempat Tembaki Polsek Sugapa Lalu Dibalas Aparat
Baca juga: KKB Papua Kembali Lakukan Aksi Anarkis: Bakar Ambulans, Mobil Tangki Air, Rumah, hingga Gudang
Kontak tembak terjadi di Pos Satgas TNI-Polri yang meliputi Pos Kotis Kostrad 501, Pos Belukar, Pos Mandala, Pos Nanggala dan Pos Elang yang bertempat di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Dalam kontak senjata tersebut seorang prajurit TNI bernama Serka Asep mengalami luka tembak pada perut sebelah kiri.
Dia kemudian dievakuasi pukul 15.20 WIT.
Serka Asep kemudian dipindahkan untuk mendapatkan perawatan medis pada Rabu pagi.
"Memang betul ada kejadian di Intan Jaya dan ada korban Serka Asep dan sekarang sudah dievakuasi ke Timika menggunakan heli bell milik TNI AD tadi pagi," ujar Danrem 173/PVB Brigjen Taufan Gestoro, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Polda Papua Sesalkan Pembakaran Fasilitas di Bandara Bilogai Intan Jaya Oleh KKB
Seorang Anak Tewas Terkena Serpihan Peluru
Kontak senjata itu ternyata juga berujung tewasnya seorang anak karena terkena serpihan peluru.
"Pada saat terjadinya kontak tembak, dua anak sedang dengan orangtuanya beraktivitas di sekitar rumah, sehingga menjadi sasaran Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, melalui keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).
Kamal menyebutkan selain satu anak tewas, ada satu anak lainnya yang terluka di bagian punggung.
"Diketahui kedua anak tersebut mengalami luka serpihan tembak, satu meninggal dunia dan satu terkena tembakan di punggung belakang," sambung Kamal.