Peparnas XVI Papua
Dapiel Bayage Pecahkan Rekor Asian Paralimpik Lompat Tinggi di Peparnas XVI
Dapiel Bayage pecahkan rekor Asian Paralimpik di nomor lompat tinggi T42 dengan pencapaian 170 meter di Peparnas XVI Papua.
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Ri
TRIBUN- PAPUA.COM - Atlet asal Papua, Dapiel Bayage pecahkan rekor Asian Paralimpik di nomor lompat tinggi T42 pada perhelatan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI, Sabtu (6/11/2021) di Arena Atletik Stadion Lukas Enembe di Kabupaten Jayapura.
Lompatan pada Peparnas XVI yang mampu ditaklukan Dapiel setinggi 170 meter.
Rekor ini sebelumnya juga dipegang Pria kelahiran 1991 asal Kampung Silakma, Distrik Gigma, Kabupaten Yahukimo pada tahun 2016 lalu.
Baca juga: 16 Kejahatan Pimpinan OPM, Undius Kogoya dari Bunuh Warga Sipil Hingga Aparat Gabungan
Dengan pemecah rekor Asia ini, Dapiel berhasil menyingkirkan tiga pesaingnya, Rizky Fauzi Akbar asal Kalimantan Timur, Anton Hilman asal Jawa Barat dan Tatag Sugiono asal Jawa Tengah.
Prestasi Dapiel memang bukan hal gampang baginya.
Tumbuh dan besar di pedalaman Papua, membuat Dapiel memiliki semangat dan tekat kuat untuk taklukkan rintangan.
Kunci prestasi baginya adalah mental yang kuat, selain fisik dan teknik dalam atletik.
Baca juga: Keluar dari Semak Belular Usai Kontak Tembak, Satu OPM Tewas Dihabisi Aparat Gabungan
“Sejak kecil saya terlatih secara mental. Sekarang, karena juga berkat pelatih, prestasi ini saya raih,” kata Dapiel usai pertandingan.
Dapiel pertama kali terjun sebagai atlet pada tahun 2011. Sebelumnya, ia bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat yang mengadvokasi hak-hak sipil masyarakat Papua.
“Emas yang didapat ini, saya persembahkan untuk masyarakat Papua. Terima kasih untuk semua masyarakat Papua yang sudah mendukung saya selama ini,” kata Dapiel.
Baca juga: Diperiksa Polisi, Sopir Vanessa dan Bibi Ngaku Main Ponsel saat Menyetir dengan Kecepatan 120 Km/Jam
Di Peparnas XVI, Dapiel adalah atlet yang mengirab Api Peparnas keluar dari asalnya, di Kampung Kaitimung, Distrik Nimboran, Papua pada 2 November 2021, lalu.
Api suci itu ia temani bahkan hingga sampai ke Gedung Negara Provinsi Papua di Jayapura pada 4 November 2021.
“Tidak ada yang mustahil. Kuncinya berdoa, latihan dan percaya diri,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/dapiel-bayage.jpg)