KKB Papua
Apolo Belau Korban Tembak di Intan Jaya Bukan OPM, Arnold: Dia Itu Warga Sipil
Menurut Arnold Belau, Apolo adalah warga sipil yang menjadi sasaran dalam insiden kontak tembak antara aparat gabungan TNI dan polisi kontra KKB.
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Kelompok tersebut melakukan konsolidasi dengan warga setempat terkait kebutuhan logistik.
Sementara, anggota KKB lainnya mengeluarkan tembakan dari arah tower jaringan telepon sekira pukul 13.15 WIT.
"Personil gabungan melihat kembali pergerakan sekelompok orang membawa 2 pucuk senjata api laras panjang serta dikelilingi sekitar 20 orang yang duduk seperti konsolidasi di sekitar Dusun Bilugai," kata Kamal, pekan lalu.
Baca juga: Calon Panglima TNI Diduga Terlibat Pelanggaran HAM di Papua, Andika Perkasa: Silahkan Investigasi
Kamal lalu melanjutkan, seorang KKB menggunakan senjata laras panjang, bergerak ke arah Klinik Pastoran ST Michael Bilogai, yang saat itu ditempati warga sipil, sehingga pihaknya tak dapat mengambil tindakan tegas.
Tindakan tegas pun diambil menyusul anggota KKB tersebut keluar dari arah klinik, lalu mengarahkan tembakan ke Pos TNI Yon Mek 521.
"Rekan kami mengeluarkan tembakan terbidik terhadap seorang KKB lainnya yang juga membawa 1 pucuk senjata laras panjang. Dia muncul di sekitar semak pertigaan Ramli," jelasnya.
Kontak tembak pun sempat pecah, dan KKB sempat beringas. Bahkan, mereka sempat menyerang Polsek Sugapa.
"Personil gabungan yang sedang bersiaga di Polsek Sugapa tiba- tiba mendapat tembakan oleh KKB dari arah perumahan Sat Pol PP dan tower, sehingga terjadi kontak tembak."
Baca juga: Askab PSSI Mimika Baru Pertamakali Gelar Rapat Sejak Terpilihnya Ketua Baru
Dua Aparat Terluka
Selain itu, KKB juga sempat menyerang mobil double cabin berisi aparat gabunghan yang hendak mempertebal bantuan di Polsek Sugapa.
Akibatnya, dua personil mengalami luka terkena serpihan peluru.
Sementara, jenazah Apolo Belau serta senjata api yang dihadang sempat tak dapat dievakuasi lantaran KKB lainnya mengeluarkan tembakan secara frontal.
Bagian belakang kaca mobil tersebut pun pecah akibat hantaman peluru KKB.
Kini, aparat gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap KKB.
"Dua personil yang terkena rekoset telah mendapatkan perawatan medis, direncanakan hari ini dievakuasi ke Kabupaten Mimika untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," jelas Kamal.