Nasional
Oktavianus Mote: ULMWP Bukan Lagi Dipimpin Benny Wenda, Masa Jabatannya Sudah Habis
Benny Wenda diminta untuk mengakhiri jabatannya di United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) karena masa jabatannya telah berakhir.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Benny Wenda diminta untuk mengakhiri jabatannya di United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) karena masa jabatannya telah berakhir pada 1 Desember 2020.
Hal ini ditegaskan mantanwakil ketua ULMWP Oktavianus mote melalu Chanel Youtube freewest Papua.
"Masa jabatannya (Benny Wenda) sudah berakhir," kata Mote.
Baca juga: Kemenlu Panggil Dubes Inggris, Sampaikan Protes Keras soal Benny Wenda
Selain itu, kata Mote, kalau mau berbicara jujur, sebenarnya sejak kepemimpinan Benny Wenda di ULMWP banyak organisasi sayap yang terpecah belah.
"TPNPB, KNPB, WPNCIL, WPLO, NFRPB, ULMWP, dan sayap-sayap separatis serta politik tepecah belah," tukasnya.
Bahkan, kata Mote, TPNPB OPM pimpinan Jeffrey Bomanak sudah tak mengakui atau menolak kepemimpinan Benny Wenda di ULMWP.
"Mirisnya, dia mendeglarasikan diri sebagai presiden. Ini riskan, mana ada sebuah negara menumpang di negara lain," pungkas Mote.
Diketahui, Benny Wenda saat ini bermukim di Inggris.
Biografi Benny Wenda
Mengutip dari laman wikipedia, Sekitar tahun 1970, Wenda muda hidup di sebuah desa terpencil di kawasan Papua Barat.
Di sana, dia hidup bersama keluarga besarnya. Mereka hidup dengan bercocok tanam. Saat itu, dia merasa kehidupannya begitu tenang, "hidup damai dengan alam pegunungan".
Sampai satu saat sekitar tahun 1977, ketenangan hidup mereka mulai terusik dengan masuknya pasukan militer.
Saat itu, Benny Wenda mengklaim pasukan memperlakukan warga dengan keji.
Baca juga: Sepak Terjang Benny Wenda yang Disebut Makar karena Deklarasikan Pemerintahan Sementara Papua Barat
Benny menyebut di situsnya, salah satu dari keluarga menjadi korban hingga akhirnya meninggal dunia.
Wenda mengaku kehilangan satu kakinya dalam sebuah serangan udara di Papua.