Kunker Panglima TNI
1 Desember 2021, Panglima TNI Jenderal Andika Dijadwalkan Tiba di Kota Jayapura Papua
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa direncanakan tiba di Kota Jayapura, Papua, pada, Rabu (1/11/2021).
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa direncanakan tiba di Kota Jayapura, Papua, pada, Rabu (1/11/2021).
Kedatangan Jenderal Andika tersebut guna melakukan serangkaian kegiatan dengan Lantamal X Jayapura, Kesdam XVII/Cenderawasih, dan Lanud Jayapura.
Tribun-Papua.com pun belum mengetahui agenda lain dari sang Jenderal.
Namun, kedatangan Jederal Andika tersebut bertepatan dengan perayaan HUT OPM atau HUT Kemerdekaan Papua Barat.
Baca juga: Berusia 25 Tahun, Komandan KKB Yahukimo Temianus Magayang Ternyata Kepala Desa
Selain itu, di tanggal tersebut, juga diperingati sebagai Hari AIDS se-dunia.
Diketahui, sebelum rencana kedatangan Jenderal Andika ke Bumi Cenderawasih, ada sejumlah tokoh masyarakat berharap penempatan perwira TNI di Papua harus peka soal wilayah tersebut.
Hal ini untuk menghindari munculnya masalah baru di tengah masyarakat asli Papua, khususnya dalam penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Alumni Universitas Pertahanan (Unhan) asal Papua, Habelino Sawaki, merespon keinginan Jenderal Andika Perkasa melakukan pendekatan humanis dalam penanganan persoalan di Bumi Cenderawasih.
"Tempatkanlah orang-orang yang berkepribadian baik dan peka pada permasalahan Papua," ujar Sawaki, seraya menyampaikan terima kasih atas gagasan panglima TNI.
Ia menyarankan perlu dipertimbangkan penempatan personel pada berbagai jabatan strategis TNI di Papua.
Baca juga: Kepergok Mandi Bareng Istri Tetangga, Oknum DPRD Lembata Dilaporkan ke Pusat
Menurut Sawaki, penempatan perwira yang kurang tepat, dapat membuat persoalan Papua semakin runyam.
Kedua, ia berharap agar para perwira yang ditempatkan bisa membawa kesejukan di Papua.
"Ini bukan ditentukan oleh pangkat yang telah memenuhi syarat, tetapi lebih karena hati nurani luhur dan kesediaan untuk melayani rakyat Papua," katanya kepada Tribun-Papua.com, pada Minggu (28/11/2021).
Baca juga: Wali Kota Jayapura Tandatangani SK Harga Acuan Bapokting
Sawaki lalu berujar, penempatan perwira TNI di Papua haruslah yang cukup visioner, sehingga bisa melihat secara jauh ke depan.
"Jangan sampai saran yang diberikan oleh Perwira TNI di Papua, hanya sekadar saran yang bersifat normatif atau bersifat jangka pendek saja," pungkasnya.
Apalagi, kata dia, saran seperti itu hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi malah menjadi bumerang di kemudian hari.
"Kami berharap, kepedulian nyata terhadap rakyat Papua tercermin dalam tindakan TNI dan Polri, sehingga dapat terus memenangkan hati, kepercayaan, dan cinta rakyat Papua," ujarnya.
Dia menegaskan, jangan hanya melihat loyalitas seorang perwira kepada atasan.
"Tetapi yang terpenting adalah bagaimana yang bersangkutan bisa mendapatkan kepercayaan dan memenangkan hati rakyat Papua," pungkasnya.
Baca juga: Ini 4 Kasus yang Disangkakan kepada Gembong KKB Demius Magayang
"Contoh pembelajaran yang baik adalah Jenderal Acub Zainal dan Jenderal JB Wenas."
Menurutnya, kedua tokoh tersebut dikenal sebagai perwira yang loyal kepada NKRI, serta dicintai rakyat Papua.
"Keduanya berhasil menetapkan standar dan code of conduct perwira TNI atau Polri di Papua," katanya.
Ia juga mengaku prihatin dengan kondisi konflik Papua.
"Situasi saat ini, jika dipandang sebelah mata bisa menjadi ledakan besar di masa mendatang," katanya.
Baca juga: Ternyata KKB Temianus Magayang adalah Kepala Desa Sesepi Distrik Kwelamdua
Karenanya, perwira dengan hati nurani luhur, peka, mampu berempati, dapat menjadi panutan yang dibutuhkan.
"Serta mau melayani menjadi kriteria utama personel yang ditugaskan di Papua," sambungnya.
Selain mampu memberikan contoh bagi bawahannya, para pejabat ini juga diharapkan memiliki kedekatan hati dengan rakyat Papua, serta tidak sekadar menjalankan tugas.
"Kami berharap kembali, Papua dapat menjadi daerah yang berkontribusi pada NKRI yang damai, maju, dan sejahtera," tandasnya.
Ia berharap, dengan percepatan pembangunan yang ada, Papua bisa lebih berperan serta dan menjadi barometer pembangunan Indonesia bagian timur.
Bersama alumni Unhan, pihaknya siap untuk membantu Panglima TNI, manakala diperlukan dan diharapkan Papua bisa menjadi tempat yang lebih sejuk, damai dan sejahtera. (*)