Aksi Reuni 212 Tak Ada Izin dari Polda Metro Jaya, Anies Baswedan Juga Tak akan Hadir

Mengenai aksi reuni 212, Wakil Gubernur DKI Jakarta meminta bahwa panitia maupun peserta alumni harus mematuhi aturan dari Polda Metro Jaya. 

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Suasana Aksi reuni akbar 212, pada Senin 2 Desember 2019 

TRIBUN-PAPUA.COM - Mengenai aksi reuni 212, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta bahwa panitia maupun peserta alumni harus mematuhi aturan dari Polda Metro Jaya. 

Diketahui, Polda Metro yang menolak kegiatan reuni 212 karena dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kami tetap menghimbau kepada penyelenggara untuk mematuhi aturan-aturan yang ada,” tutur Riza Patria di Balai Kota Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu (1/12/2021).

Lebih lanjut, Riza memastikan bahwa dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan menghadiri kegiatan reuni 212 hari ini.

Baca juga: Pesan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa saat Kunjungi Lanud Silas Papare

Baca juga: Yan Christian Warinussy Sarankan Gubernur Lukas Enembe Pertimbangkan Pengunduran Diri

Riza Patria beralasan ketidakhadirannya pada reuni 212 karena ada acara di kementerian.

“Besok (hari ini, red) itu kan, kita ada acara yang dari kementerian,” ucapnya.

Reuni alumni 212, dijadwalkan akan dilakukan pada hari ini. Semula, kegiatan tersebut akan dilakukan di Jakarta.

Kemudian berubah menjadi di Masjid Az-zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Namun karena alasan masih berkabung, Yayasan Az-zikra menolak kegiatan tersebut terselenggara di Masjid Az-zikra.

Baca juga: Fakta 8 Orang Ditangkap setelah Kibarkan Bendera Bintang Kejora di Sekitar Polda Papua, Sempat Orasi

Kemarin, Polda Metro Jaya dengan tegas menyatakan menolak kegiatan yang diinisiasi Alumni 212 terselenggara.

Sebab dalam situasi pandemi Covid-19, kegiatan membuat kerumunan diantisipasi tidak terjadi untuk mencegah penularan.

Ancaman Polda Metro untuk Reuni 212

Polda Metro Jaya bahkan mengancam akan mempidanakan panitia maupun peserta aksi reuni 212 yang nekat menggelar kegiatan.

“Jika memaksakan juga maka kita akan menerapkan hukum yang berlaku kepada mereka yang memaksa, dan dipersangkakan dengan tindakan pidana di KUHP sesuai pasal 212 sampai 218,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved