Breaking News:

HUT OPM

Polisi Tetapkan 8 Orang Pengibar Bintang Kejora Sebagai Tersangka

Setelah menjalani pemeriksaan, 8 orang pengibar bintang kejora ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorak Kriminal Umum Polda Papua.

Istimewa
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Setelah menjalani pemeriksaan, 8 orang pengibar bintang kejora ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorak Kriminal Umum Polda Papua, Kamis (2/12/2021).

Para pria tersebut ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan LP/ A / 182 / XII / 2021 /SPKT.Ditreskrimum/Polda Papua, tanggal, 01-12-2021.

Baca juga: BREAKING NEWS: Militan KNPB Kembali Berulah di Maybrat, Papua Barat, Perusahaan Kayu di Bakar

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal mengatakan para tersangka di jerat pasal terkait keamanan negara.

Dimana masing-masing tersangka dikenakan pasal 106 KUHP Jo Pasal 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP.

“Penetapan ini berdasarkan keterangan saksi, petunjuk dan barang bukti,” jelasnya.

Baca juga: Sambut Hari Natal, Tokoh Pemuda Papua Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Ia pun menerangkan, pengibaran bendera bintan kejora di Gor Cenderawasih itu telah direncanakan oleh para tersangka.

“Merak sudah rencanakan dan pembahasan itu dilakukan di Asrama Maro sehari sebelum aksi,” jelasnya.

Para pengibar bendera bintang kejora itu diketahui berinisial MSY, YM, MY, MK, BM, FK, MP, dan MW, kini telah menjalani proses penahanan di Mapolda Papua.

Baca juga: Polda Papua Barat Buru Militan KNPB Pembakar Perusahaan Kayu di Maybrat

Dari tangan para tersangka polisi berhasil mengamankan 2 buah Bendera Bintang Kejora, 1 buah spanduk bertulisakan “Self Ditermination For West Papua Stop Melitarisme In West Papua”;1 buah Spanduk bertuliskan “Indonesia Segera Membuka Akses Bagi Tim Investigasi Komisi Tinggi HAM PBB Ke West Papua”.

berdasarkan hasil pemeriksaan MY alias M berperan sebagai pemimpin aksi dan pengibar bendera BK di GOR Cenderawasih, membuat bendera BK dan Spanduk serta pemimpin rapat tanggal 30 November 2021 di sekitar Asrama Maro,

Sedangkan untuk ketujuh tersangka lainnya ikut dalam pengibaran bendera BK serta longmarch dari GOR Cenderawasih menuju kantor DPRP Papua.

Baca juga: Emanuel Gobay: 1x24 Jam Belum Penetapan Status, 8 Pengibar Bendera Bintang Kejora Harus  Dibebaskan

Untuk diketahui bahwa kejadian tersebut berawal Pada hari Selasa, 30 November 2021 sekitar pukul 17.00 WIT, bertempat disekitar Asrama Maro Padang Bulan yang dihadiri kurang lebih 20 orang pemuda/pemudi telah dilakukan pertemuan untuk merencanakan pelaksanaan kegiatan memperingati HUT West Papua ke-60 pada tanggal 1 Desember yang akan dilaksanakan dihalaman Gor Cenderawasih Jayapura dengan cara menaikan bendera Bintang Kejora.

Kemudian pada hari Rabu tanggal 1 Desember 2021, sekitar pukul 13.00 WIT, 8 orang pemuda melakukan mengibarkan bendera Bintang Kejora di GOR Cenderawasih Kota Jayapura.

Baca juga: Pembuat Video Rencana Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Marauke Diperiksa Polisi

Dilanjutkan longmarc menuju Kantor DPRP Papua, namun saat melintasi depan Polda Papua, para pemuda tersebut diamankan dengan membawa bendera Bintang Kejora dan spanduk yang bertuliskan Indonesia segera membuka akses bagi tim investigasi komisi tinggi HAM PBB ke West Papua serta menyanyikan lagu kami bukan merah putih, kami bukan merah putih, kami Bintang Kejora.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved