HUT OPM

Nicolaas Jouwe, Pendiri OPM yang Kembali Mengakui Papua Bagian NKRI

Ya, Nicholas Jouwe yang 50 tahun lebih meninggalkan tanah kelahirannya Papua akhirnya kembali.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Nicolaas Jouwe, tokoh pendiri Organisasi papua Merdeka (OPM) sekaligus perancang bendera Bintang Kejora. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Nicolaas Jouwe adalah tokoh dari pendiri organisasi Papua merdeka sekaligus pembuat dari bendera kemerdekaan Papua yang disebut Bintang Kejora.

Pria kelahiran Jayapura 24 November 1923 adalah mantan tokoh utama Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Memperjuangkan Papua untuk merdeka hingga puluhan tahun, Namun pada akhirnya dirinya mengaku kedaulanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kembali kepangkuan Ibu Pertiwi pada tahun  Pada tahun 2010 dan mendapatkan kewarganegaraan jadi WNI.

Jouwe adalah politikus Papua dengan peringkat tertinggi di koloni Nugini Belanda.

Dia pemimpin Papua yang terpilih sebagai wakil presiden dari Dewan Nugini yang mengatur koloni Belanda saat itu.

Baca juga: Anggota DPR Minta Pengawalan TNI, Jenderal Dudung: Takkan Saya Penuhi

Setelah koloni tersebut diserahkan ke UNTEA pada Oktober 1962 dan enam bulan kemudian diserahkan ke Indonesia, Jouwe meninggalkan Papua dan pergi ke Belanda.

disana ia menetap di kota Delft. Dia bersumpah tidak akan pernah kembali ke tanah kelahirannya jika masih diduduki oleh Indonesia, tetapi pada tahun 2010 ia kembali ke Papua Barat dan kembali menjadi WNI

Pada saat itu Jouwe berubah dari seorang yang pro-kemerdekaan Papua menjadi pro-Indonesia.

Dikutib dari Wikipedia, Pada bulan Oktober 2008, sebuah film dokumenter ditayangkan di televisi Belanda berisi tentang kehidupan Jouwe.

Nicolaas Jouwe uit Amerika (persconferentie op Schiphol) 6 juni 1962
Nicolaas Jouwe uit Amerika (persconferentie op Schiphol) 6 juni 1962 (Istimewa)

Baca juga: 8 Pengibar Bintang Kejora Dijerat Pasal Makar, Koalisi Advokad HAM Papua Bakal Beri Pendampingan

Dalam film dokumenter itu, Jouwe menegaskan sikapnya untuk tidak kembali ke Papua Barat yang diduduki Indonesia.

Tanggal 20 Maret 2009 menjadi sejarah penting baik bagi Jouwe, Papua dan tentunya Indonesia.

Pasalnya, Nicholas Jouwe akhirnya rela melanggar sumpahnya dan memutuskan kembali ke Indonesia.

Ia kembali ke Indonesia untuk berdialog dengan Aburizal Bakrie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).

ARB memang menjadi sosok sentral kembalinya Nicholas Jouwe ke pangkuan ibu pertiwi.

Baca juga: Prajurit TNI Siaga di Posramil Suru-suru, Egianus Cs Diduga Gabung KKB Yahukimo

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved