Kamis, 21 Mei 2026

Papua Barat Terkini

2 Bulan Raja Ampat Krisis BBM, Pemda Didesak Ambil Langkah Cepat

Menurut mahasiswa, pemerintah dan polisi jangan diam di tengah situasi krisis BBM yang dialami masyarakat.

Tayang:
Istimewa
Suasana ketika masyarakat di Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menggelar aksi di depan Kantor Distrik. 

Sebelumnya, Salah satu warga Raja Ampat Yakobus Umpes (30) mengatakan, aksi yang dilakukan oleh masyarakat di Kabare Waigeo Utara, merupakan luapan dari kekecewaan mereka.

"Untuk Waigeo Utara, mulai dari Pertalite, Premium hingga minyak tanah, sudah kosong dua bulan ini," kata Yakobus Umpes, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Ibu Muda Mengaku Dirudapaksa 4 Teman Suami, Terduga Pelaku Malah Lapor Balik Korban

Sebagai anak dari Waigeo Utara, ikut prihatin ketika melihat kondisi masyarakat di sana mengalami kesulitan BBM.

Ia mengatakan, saat ini tiga Distrik di Raja Ampat seperti Wawarbomi, Waigeo Utara, dan Distrik Supnin hanya dilayani oleh satu Agen yang berada di Kabare.

"Informasi terakhir, untuk di distrik-distrik ini BBM-nya tidak sampai,"ujarnya.

Hal tersebut yang menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat di wilayah tersebut, terkait dengan kekosongan stok BBM selama dua bulan ini.

"Sebagai anak asli Raja Ampat, jujur saya merasa sangat kecewa dengan kondisi yang di alami oleh masyarakat,"katanya.

"Sampai rakyat di Waigeo Utara, gelar aksi dengan membawa alat masak dan jerigen, hingga perempuan berteriak histeris. Artinya kondisinya sudah sangat memprihatikan," ujarnya.

Baca juga: 109 Koruptor Ditangkap KPK Tahun Ini, Rp 46,5 Triliun Kerugian Negara Diselamatkan

Tidur di atas Emas Tapi Sengsara

Tak hanya itu, dia menyebutkan, sebagai orang Papua dan Raja Ampat, merasa sedih melihat masyarakat berteriak seperti ini.

"Padahal, kita tidur di atas emas, berenang di atas minyak, tapi masyarakat masih menjerit seperti ini,"ujarnya.

"Kami di Raja Ampat punya kekayaan, emas, minyak segala macam hingga alam pun terkenal di mancanegara, namun masih saja berteriak kesulitan BBM," katanya.

Artinya, dibalik kekayaan alam Raja Ampat, Papua Barat, masyarakatnya masih tertinggal dan belum merasakan keadilan sosial itu sendiri.

Baca juga: Atasi Kemiskinan Ekstrem, Direktur PPDK Terjun ke Papua Barat

Untuk itu, menurut dia, pihaknya ingin melihat respon pemerintah dalam menyikapi kondisi yang sedang dialami masyarakatnya.

Selain itu, dia meminta agar pihak terkait pun bisa mengusut para mafia BBM, yang berujung pada aksi di Waigeo Utara. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved